Kurangi Waktu Penggunakan Gawai Untuk Tingkatkan Minat Membaca Anak

kurangi waktu penggunaan gawai

Sebagai orangtua tidak boleh lengah dalam memberikan dukungan yang terbaik bagi anak anak dirumah, baik melalui gizi yang seimbang, maupun dengan stimulasi, salah satunya adalah melalui membaca.


Melalui membaca, orangtua juga dapat mengenalkan nilai-nilai kebaikan pada anak. Mengajari kebaikan melalui membaca memberikan berbagai manfaat baik bagi anak, di antaranya menstimulasi mereka, serta kegiatan bonding antara orang tua dengan anak sehingga dapat kurangi waktu penggunakan gawai untuk tingkatkan minat membaca anak.

 

Halo..


Sudah berapa buku yang dibaca minggu ini? lalu buku apa saja yang sudah dibaca minggu ini? atau mungkin belum ada buku yang dibaca?.
 
Bicara tentang minat membaca, dalam rangka hari buku sedunia pada tanggal 23 April 2021, saya mengikuti webinar tentang “Peluncuran Program BACA - Dukung Anak Hebat Berliterasi dengan Asupan Gizi Seimbang dan Pola Asuh Orang Tua” yang merupakan kerjasama antara Danone Indonesia dengan Tentang Anak (sebuah wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang).
 
Saya mengikuti kegiatan webinar tersebut karena temanya sangat menarik khususnya bagi saya sebagai orangtua yang masih berjuang untuk menumbuhkan minat membaca dalam keluarga khususnya pada anak-anak.
 
tingkatkan minat baca anak
Webinar Peluncuran Program BACA Danone Indonesia bekerjasama dengan Tentang Anak

Baca juga : Rutinitas Makan Sehat dengan Gizi Seimbang Selama Dirumah Saja

 

Fakta Tentang Minat Membaca di Indonesia

Benarkah minat membaca di Indonesia masih sangat rendah? Infonya sih begitu, berikut ini adalah beberapa fakta tentang masih rendahnya minat membaca di Indonesia.

  • Data dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa persentase minat baca anak Indonesia berada di angka 0,001% artinya dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
  • Data riset World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity (CCSU) pada Maret 2016, Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang disurvei dengan tingkat literasi rendah.
tingkatkan minat membaca anak


Fakta Tentang Penggunaan Gawai di Indonesia

  • Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.
  • Data wearesocial per Januari 2017 mengungkap bahwa masyarakat Indonesia bisa menatap layar gawai kurang lebih 9 jam sehari.
Dari data dan fakta yang ada tentang minat membaca dan penggunaan gawai di Indonesia, ternyata minat baca rendah tapi tingkat penggunaan gadget sangat tinggi.
 
Apa saja yang dilakukan masyarakat Indonesia terhadap gawainya ya? malas membaca buku, tapi sangat suka menatap layar gawai berjam-jam.
 
Lalu bagaimana dengan anak anak dirumah? apakah termasuk yang memiliki minat membaca tinggi atau termasuk yang suka menatap layar gawai berjam-jam? bagaimana penggunaan gawai pada anak saat pelaksanaan pembelajaran jarak jauk (pjj) dan saat bulan ramadhan seperti saat ini?
 
tingkatkan minat membaca anak

Penyebab Rendahnya Minat Membaca Anak di Indonesia

Dalam tulisan saya kali ini, saya akan fokus kepada rendahnya minat baca anak anak ya dan menurut keterangan resmi dalam website Sahabat Keluarga Kemendikbud, ada tiga faktor yang menyebabkan begitu rendahnya minat membaca kepada anak, yaitu:

Orang Tua Kurang Menyadari Pentingnya Minat Membaca Sejak Dini

Orang tua kurang menyadari bahwa membaca sejak dini itu penting. Orang tua sering beranggapan bahwa masa kanak-kanak adalah masa bermain sehingga masa kecil mereka dihabiskan untuk bermain bersama teman-teman sebaya.

Di samping itu, orang tua pun tidak memberi motivasi atau tidak memberikan contoh baik kepada anaknya untuk membaca minimal satu bacaan dalam sehari.

Buku Dalam Perpustakaan Sekolah Kurang Menarik

Perpustakaan sekolah menyediakan buku yang kurang menarik bagi anak-anak. Biasanya buku yang menarik bagi anak yang mempunyai tampilan warna-warni dan beraneka macam gambar.

Sedangkan buku yang tersedia di perpustakaan sekolah biasanya telah usang, jenis tulisannya kecil, tidak ada gambar dalam buku, dan hanya berupa narasi sehingga membosankan bagi anak-anak.

Kurangnya Kepedulian Masyarakat

Masyarakat Indonesia dianggap masih kurang peduli terhadap minat membaca anak anak di Indonesia, jika dilingkungan sekitar banyak ditemukan taman bacaan, hal tersebut bisa mengundang anak-anak untuk datang dan membaca buku yang menarik sesuai dengan usia mereka.

tingkatkan minat membaca anak


Bagaimana Cara Mendorong Minat Membaca Anak

Ada 4 (empat) cara yang bisa dilakukan orang tua untuk dorong minat membaca anak,yaitu:

Membelikan Buku yang Menarik dan Disukai Anak

Belilah buku yang menarik dan sesuai dengan minat anak-anak, biasanya anak anak suka dengan buku yang penuh dengan gambar dan berwarna warni, orang tua bisa membeli buku dongeng lho, dengan mendongeng bersama anak dapat menciptakan bonding antara orang tua dan anak.

Mengajak Anak ke Perpustakaan atau Toko Buku

Orang tua bisa mengajak anak memilih buku bacaan yang disukainya. Ajaklah anak ke perpustakaan atau toko buku saat liburan sekolah atau saat hari ulang tahun anak, agar anak lebih antusias untuk ikut memilih buku yang disukainya.

Ajak Anak Untuk Menceritakan Kembali Isi Buku yang Telah Dibacanya

Orang tua bisa meminta anak untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca oleh anak anak, Kegiatan ini sangat baik agar anak anak termotivasi untuk kembali membaca lho.. apalagi jika orang tua memberi pujian pada anak, maka anak akan semakin senang dan bersemangat untuk membaca baca.

Orang Tua Menjadi Contoh Bagi Anak

Setuju ya bahwa anak itu akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Aktivitas yang dilakukan orang tua kerap kali dilakukan juga oleh anak.
 
 
Sebagai orang tua kita juga harus mencontohkan kegiatan membaca untuk menumbuhkan minat baca anak anak dirumah, seperti membaca novel atau majalah. Ketika anak melihat orang tuanya membaca, maka anak akan mencoba ikut membaca.


tingkatkan minat membaca anak

Kurangi Waktu Penggunaan Gawai Untuk Tingkatkan Minat Membaca

Dalam bulan Ramadhan ini, tentunya kita sebagai orang tua tidak boleh lengah dalam memberikan dukungan yang terbaik bagi anak anak dirumah, baik melalui pemberian gizi yang seimbang, maupun dengan stimulasi yang salah satunya adalah melalui membaca.
 
Melalui membaca, kita sebagai orangtua juga dapat mengenalkan nilai-nilai kebaikan pada anak. Mengajari kebaikan melalui membaca memberikan berbagai manfaat baik bagi anak lho, di antaranya untuk menstimulasi mereka, serta kegiatan bonding bersama orang tua yang juga dapat mengurangi waktu menggunakan gawai atau gadget.
 
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti di Cincinnati Children’s Research Foundation tentang perbedaan aktivitas otak antara anak-anak yang menghabiskan waktu di layar (TV, gawai atau komputer) dan membaca buku ditemukan bahwa :


Konektivitas otak meningkat pada saat anak-anak menghabiskan waktu membaca. Sebaliknya justru menurun oleh lamanya paparan terhadap media berbasis layar - Cincinnati Children’s Research Foundation.


Ternyata terlalu lama menatap layar bagi anak tidak selalu mengarah pada aktifitas yang merangsang otak, mendorong perkembangan, pencapaian akademik atau kreatifitas lho.
 
 
Itulah mengapa selain menyediakan gawai untuk anak, orangtua juga disarankan untuk menyediakan buku bahan bacaan yang menarik untuk mengurangi waktu penggunaan gawai di rumah.


tingkatkan minat membaca anak

Program BACA oleh Danone Indonesia dan Tentang Anak

Memahami akan berjuta manfaat dari membaca dan pentingnya meningkatkan angka literasi pada anak Indonesia, Danone Indonesia bekerja sama dengan Tentang Anak (sebuah wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang) melalui program BACA.
 
Program BACA adalah sebuah bentuk ajakan untuk mencintai kegiatan membaca dan belajar kebaikan untuk anak-anak Indonesia melalui sumbangan 1.000 buku bacaan.
 
Nah, dalam rangka untuk merayakan Hari Buku Sedunia dan mendukung Generasi Literasi Nasional, Danone Indonesia bekerja sama dengan Tentang Anak membuat program BACA. Program ini merupakan sebuah program ajakan untuk mencintai kegiatan membaca dan belajar kebaikan kepada anak-anak melalui sumbangan 1.000 buku bacaan.
 
tingkatkan minat membaca anak

 
 
Selain untuk meningkatkan minat baca, buku-buku yang disumbangkan juga bertujuan untuk menanamkan kebaikan pada anak sejak dini agar menjadi anak hebat, contohnya melalui buku berjudul “Maaf” dan “Terima Kasih”. 
 
 
Danone Indonesia juga turut menyumbangkan buku Sampahku Tanggung Jawabku dan flipchart Isi Piringku untuk mengajarkan anak-anak tentang pola makan seimbang serta kebiasaan hidup bersih.


tingkatkan minat baca anak
Peluncuran Program BACA Danone Indonesia bersama Tentang Anak

 

Baca juga : Festival Isi Piringku Panduan Gizi Seimbang Anak

 

Berbagi Buku Tentang Anak

Dalam suasana Ramadan sebagai bulan penuh kebaikan, Danone Indonesia dan juga akan memperluas manfaat melalui penggalangan donasi 5.000 Buku Serial “Sikap Baik” untuk anak-anak Indonesia.
 
Buku-buku ini nantinya akan disumbangkan ke panti asuhan di sekitar Jabodetabek, untuk pasien pediatrik, serta beberapa PAUD dan posyandu.
 
berbagai buku tentang anak

 

Nah buat yang ngin ikutan berbagi buku tentang anak, bisa turut berpartisipasi dengan berdonasi melalui www.wecare.id ya.

Untuk informasi lebih lengkap tentang program BACA dan Berbagi Buku Tentang Anak bisa melalui website Nutrisi Bangsa dan sosial media @nutrisibangsa.

Kesimpulan

  1. Anak Indonesia bukannya tak mau membaca, namun banyak faktor yang membuat anak belum memiliki minat baca.
  2. Perlu kesadaran orang tua, akses membaca serta kepedulian bersama untuk menumbuhkan minat baca pada anak.
  3. Membaca dapat mengurangi waktu penggunaan gawai pada anak, dengan membaca buku bersama anak juga dapat menciptakan bonding antara orang tua dan anak.
  4. Ternyata terlalu lama menatap layar bagi anak tidak selalu mengarah pada aktifitas yang merangsang otak, mendorong perkembangan, pencapaian akademik atau kreatifitas.
  5. Selain menyediakan gawai untuk anak, orang tua juga disarankan untuk menyediakan juga buku bahan bacaan yang menarik untuk mengurangi waktu penggunaan gawai di rumah.
  6. Melalui program baca, Danone Indonesia bekerja sama dengan Tentang Anak mengajak masyarakat Indonesia mencintai kegiatan membaca dan belajar kebaikan kepada anak-anak melalui sumbangan 1.000 buku bacaan.
  7. Semoga anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi unggul yang gemar membaca serta dapat menerapkan berbagai nilai kebaikan pada kehidupan mereka.
 
Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya buat kita para orang tua untuk bisa mengurangi waktu penggunaan gawai untuk tingkatkan minat membaca anak.

Selain membaca Al-Qur’an, yuk kita Isi kebaikan ramadhan dengan membaca buku.
 
 
Salam hangat,

Elly Nurul


25 komentar

  1. yaampun baca artikel ini aku kangen ngajak anak2 ke toko buku mbaaa.. selama pandemik yaudah baca buku dr rumah dan beli buku online aja. hiks...
    sebelum tidur biasanya dongengin anak2, walau dulu mereka belum mengerti

    BalasHapus
  2. Nah...ini mba PR juga buat aku. Anak2 klo ga diminta, nggak disuruh2 pada nggak mau mbaca buku. Padahal buku anak2...

    Terlena sama game2 di smartphone

    Klo yang kecil...dulu aku rajin mbacain buku sblm tidur. Tapi semenjak kenal podcast dongeng, mintanya ndengerin podcast aja...lebih menarik mungkin yaa..

    BalasHapus
  3. sepertinya kehadiran teknologi yang semakin canggih ini menjadi tantangan untuk para orangtua dalam membiasakan anak tetap membaca buku, dan minat baca tetap ada

    BalasHapus
  4. Hadirnya teknologi yang semakin cangggi dan inovarif, makin meningkatnya penggunaan gawai, terutama pada anak2. PR buat ortu, bagaimana bisa memberikan contoh dengan literasi membaca di dalam keluarganya sedini mungkin.
    Semoga adanya Program BACA ini menjadi solusi, agar bisa meningkatkan minat baca buat anak2.

    BalasHapus
  5. Program BACA menjadi salah satu solusi meningkatkan keingintahuan dan membaca buku bagi anak2. Memang mesti menraik sehingga anak2 suka. Gawai diistirahatkan sejenak :) AKu sekeluarga senang membaca buku riil alias biasa dibandingan secara online.

    BalasHapus
  6. Orang tua memang role model bagi anak ya, kalau orang tuanya memberikan contoh dengan membaca setiap hari, maka anak pasti akan mengikuti, apalagi bila disediakan juga bacaan anak dengan gambar ilustrasi yang menarik.

    Kendala lainnya menurut saya adalah, buku anak berkualitas itu harganya mahal, jadi masih banyak orang tua yang beranggapan daripada buat beli buku, mending untuk keperluan lain

    BalasHapus

  7. Izin promo ya Admin^^
    bosan tidak ada yang mau di kerjakan, mau di rumah saja suntuk,
    mau keluar tidak tahu mesti kemana, dari pada bingung
    mari bergabung dengan kami di ionqq^^com, permainan yang menarik
    ayo ditunggu apa lagi.. segera bergabung ya dengan kami...
    add Whatshapp : +85515373217 ^_~ :))

    BalasHapus
  8. Dengan kerjasama semua pihak pasti bisa kita tingkatkan minat baca anak-anak nantinya. Salut untuk Danone Indonesia yang bekerja sama dengan Tentang Anak mengajak masyarakat Indonesia mencintai kegiatan membaca dan belajar kebaikan kepada anak-anak melalui sumbangan 1.000 buku bacaan. Semoga akan ada peningkatan minat baca anak di masa depan

    BalasHapus
  9. Benar sekali. Orang tua harus menjadi role model untuk anak-anak dalam membaca. Cem mana anak mau baca buku, sedangkan kedua orang tuanya malah mainan gawai sendiri ✨

    BalasHapus
  10. Tantangan saat masa PJJ ini memang makin seringnya penggunaan gadget. Makanya ortunya yang kudu disiplin sih kasi batasan kapan hp tu dipakai buat belajar atau sesekali buat hiburan.
    Memperbanyak bacain buku anak atau ajak anak bikin buku2an gtu bis jd cara supaya anak beralih dr gadget ke membaca buku

    BalasHapus
  11. Aku harus mulai belajar lagi nih, biar gak HP an mulu, tapi sedini mungkin banyak baca dan memperlihatkan kalah saya doyan baca buku. Mudah-mudahan dengan begitu, anak bisa tertular doyan membaca buku.

    BalasHapus
  12. Keren nih program BACAnya Danone. Belum banyak perusahaan besar yang peduli tentang literasi anak. Semoga programnya berjalan lancar.

    BalasHapus
  13. Gawai memang sukses mengalihkan dunia anak-anak yang sebenarnya mesti banyak bergerak dan membaca. Anak-anak ku dulu hobi baca, sejak kuliah lebih asik di depan PC atau laptop. Alasannya ngerjain tugas. Tapi ketika luang memang mereka masih mau baca meski prosentase nya dikit.

    Semoga program BACA dari Danone dengan berbagi kebaikan untuk anak Indonesia bisa mengajak mereka suka baca hingga dewasa nanti

    BalasHapus
  14. Jadi inget anakku selama masa pandemi belum aku jajanin buku sama sekali..Semua aktivitas beralih ke online.. Huhuhuhu...

    BalasHapus
  15. Selama pandemi ini nih jadi lebih ekstra banget aku, apalagi sekolah udah pakai gawai terus jadi sebisa mungkin gak main gawainya harus ada jadwal. Dulu sebelum pandemi pegang hp hanya boleh weekend.

    BalasHapus
  16. membaca memang bisa menjadi pilihan untuk mengurangi penggunaan gawai pada anak yaaa. Keren banget nih campaign BACAnya Danone, Semoga dengan adanya campaign ini semakin tinggi tingkat literasi anak Indonesia yaaa

    BalasHapus
  17. Keren banget nih programnya. Bisa meningkatkan minat Baca anak. Semoga aja ya bisa berkontribusi besar dalam penurunan tingkat literasi bangsa.

    BalasHapus
  18. Aku pikir sejak dirumahaja, anak semakin dekat sama buku, hiiks~
    Ternyata PJJ membuat segalanya ambyar.
    Anakku masih suka buku, tapi sebatas kalau diminta bikin resume atau tugas sekolah.
    Alhamdulillah, masih baca buku fisik walau gak rutin.

    BalasHapus
  19. memang harus pintar pintar atur screen time buat anak ya mbak
    dan memang, buku adalah teman terbaik bagi anak untuk menggantikan gadget

    BalasHapus
  20. Betul ini waktu pakai gawai memang cuma sehari dalam sepekan
    Tetapi kadang tidak sadar emaknya yang overtime
    Makanya ini kudu balik lagi nih baca bareng lebih lama

    BalasHapus
  21. Saya sekarang udah gak kasih anak-anak pegang gawai lagi. Gantinya ya, mereka pada dengerin murottal dan kisah-kisah nabi di speaker khusus anak itu lho.

    BalasHapus
  22. Jadi merasa bersalah aku, buku sih ada tapi jarang aku ajak soalnya anakku lebih tertarik buku gambar untuk diwarnai daripada buku bacaan. Selebihnya dia belajar lewat TV yang konek ke YouTube. Pakai gawai sih engga tapi kesehariannya terpapar YouTube banget kurang di aktifitas baca. Kudu dibenerin lagi ni pola asuh ke anak. Thanks sharingnya

    BalasHapus
  23. Sudah setahun nggak ke toko buku, Mak, sedih aku tuh, karena dari dulu jarang-jarang keluar kecuali ke toko buku. Untungnya toko buku online jaman now tuh recommended banget. Mulai variasi buku, pelayanan juga harganya. saya sendiri termasuk tidak sering beli buku khusus anak. Biasanya saya beli cerita yang bisa dinikmati bersama, karena masih saya yg bacain. So far, membaca merupakan aktivitas paling mneyenangkan selama di rumah saja.

    BalasHapus
  24. Keren ini program BACA. Emang ya, butuh tekad dan tenaga ekstra untuk memperkenalkan buku dan aktivitas membaca pada anak. Kendalanya banyak, salah satunya gadget ��

    BalasHapus