Rutinitas Makan Sehat Dengan Gizi Seimbang Selama Di Rumah Saja

gizi seimbang

Pola hidup sehat dapat dimulai dengan pemahaman Ibu dalam menjaga kesehatan keluarga seperti rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang.

Situasi pandemi yang mengharuskan kita di rumah saja, makan sehat harus tetap diperhatikan, seperti memasak menu harian sendiri, karena lebih sehat, bersih, juga tinggi nutrisi. Jika makanan yang disajikan tidak dimasak sendiri, mungkin tinggi kalori, tapi belum tentu tinggi nutisi.


Hallo semuanyaa..


Apa kabar? semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. khususnya untuk para Ibu nih, karena Ibu yang sehat dan bahagia akan menghasilkan keluarga yang bahagia juga.. aamiin.

Kondisi pandemi sekarang memang bukan kondisi menyenangkan, mau tidak mau semua harus menahan diri untuk mengurangi aktivitas diluar rumah yang tidak penting. Hal ini menjadi tantangan bagi setiap orang, termasuk seorang Ibu.

Bagaimana seorang Ibu harus mendampingi anak-anak beraktivitas selama di rumah saja, mulai dari belajar dari rumah hingga aktivitas bermain di dalam rumah.

 

Ibu, Keluarga dan Aktivitas di Rumah Saja

Sudah berapa bulan kita beraktivitas di rumah saja? sudah tidak mau saya menghitung lagi huhu, karena sudah lama berlangsung dan kita tidak pernah tahu kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir. Yang jelas kita semua inginnya situasi kesehatan global kembali normal ya.. aamiin

Kebayang dong ya bagaimana kondisi seorang Ibu saat harus beraktivitas di rumah saja? saya sendiri sebagai seorang Ibu dengan dua orang anak usia Sekolah Dasar (SD) sudah mengalami kejenuhan lho dalam mendampingi anak mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bermain dari rumah selama beberapa bulan terakhir.

pjj
Rutinitas harian Ibu, mendapingi anak selama PJJ


 

Selain jenuh, kadang juga emosi huhu, mulai dari kurang sabar menemani anak saat pembelajaran jarak jauh, apalagi jelang penilaian tengah semester (pts), harus jadi Ibu siaga, mulai dari membantu review pelajaran hingga mendampingi saat pts berlangsung.

Hal lain yang seorang Ibu hadapi saat pandemi yaitu rumah berantakan, bingung mau memasak menu makanan apa lagi dan bingung mau membuat kegiatan apa lagi huhu.. ingin rasanya nangis dipojokan!.

Dilema juga sih, ingin nangis tapi khawatir anak anak jadi sedih liat Ibunya menangis.. harus cari cara nih agar kondisi jiwa Ibu kembali dalam keadaan baik baik saja.. menyemangati diri untuk menjadi Ibu bahagia dan Ibu kuat di tengah kondisi pandemi saat ini.


Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik Ibu dan Keluarga

Daripada kita menghitung sudah berapa bulan di rumah saja, mending fokus pada kesehatan mental dan fisik, karena itu menjadi kunci kesehatan secara global. Perbaiki kesehatan mental dan kesehatan fisik sendiri terlebih dahulu, baru kesehatan mental dan fisik keluarga.

Setuju ya jika kesehatan mental dan fisik menjadi kekuatan kita saat situasi pandemi sekarang? kesehatan mental dan fisik seseorang itu berawal dari imunitas diri, jika imunitas diri baik, maka kesehatan mental dan fisik diri juga baik.

Bagi seorang Ibu yang punya peran central dalam keluarga, menghindari hal hal yang membuat imunitas seorang Ibu turun sangat layak dilakukan. Kondisi jenuh, emosi dan stres pada seorang Ibu membuat imun tubuh menurun lho.

sehat fisik dan mental
Gaya hidup sehat untuk sistem imun yang baik


 

Jika Imun seorang Ibu menurun, maka kondisi mental dan fisik seorang Ibu juga akan terganggu. Jika kesehatan mental dan fisik Ibu terganggu, lalu bagaimana dengan kondisi keluarga yang lain khususnya anak-anak? siapa yang memperhatikan asupan makanan anak-anak, karena anak anak perlu nutrisi yang cukup dengan gizi seimbang untuk tumbuh kembang mereka.

Huhu.. ngga mau dong kondisi kesehatan keluarga terganggu.. harus cari cara nih untuk bisa mengelola rasa jenuh, emosi dan stres selama di rumah saja. Jika jenuh, emosi dan stres tidak bisa dikelola, maka bisa mempengaruhi banyak hal, yuk lakukan gaya hidup sehat mulai hari ini.

Baca juga : Cek Berat Badan Ideal Anak

 

Mengelola Rasa Jenuh, Emosi dan Stres Seorang Ibu

Karena Ibu yang sehat dan bahagia akan menghasilkan keluarga yang sehat bahagia juga, maka seorang Ibu harus bisa mengelola rasa jenuh, emosi dan stresnya.

Menjaga imunitas tubuh dengan makan makanan sehat dan berolah raga bisa menjadi cara untuk mengelola rasa jenuh, emosi dan stes pada seorang Ibu.

Makan makanan sehat, Ibu bisa memasak makanan sendiri, hindari membeli makanan apalagi makanan siap saji. Karena menurut WHO makanan yang dimasak sendiri itu jauh lebih sehat, bersih dan bernutrisi.

bersepeda untuk imunitas
Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang saya jalani saat ini

 

Dengan memasak makanan sendiri, selain Ibu bisa menjaga kebersihan dan tingkat kematangan makanan juga bisa terhindar dari penggunaan bahan makanan yang tidak sehat bahkan berbahaya bagi kesehatan.

Olahraga berjalan kaki, bersepeda dan berlari bisa menjadi alternatif olahraga selama di rumah saja. Karena ketiga jenis olahraga tersebut termasuk olahraga ringan yang bisa dilakukan selama pandemi atau di rumah saja.

Nah, jika Ibu dalam keadaan sehat dan bahagia, maka pekerjaan rumah sehari-hari bisa dijalankan dengan suasana hati yang bahagia. Hati yang bahagia bisa meningkatkan imunitas tubuh seseorang.

Baca juga : Bagaimana Menjaga Keamanan Pangan Keluarga


Mood dan Nafsu Makan Anak

Siapa yang sering mengalami mood kurang baik, jadi mempengaruhi selera makan? males makan atau justru makan-makanan yang ngga sehat?. Lalu bagaimana jika mood seorang anak sedang tidak baik, apakah mempengaruhi selera makan anak?

Pada dasarnya sih sama, antara orang dewasa dan anak-anak, saat pikiran atau suasana hati tidak enak, maka malas makan atau sebaliknya suka makan makanan yang nggak sehat seperti junk food atau makanan tinggi gula.

makan sehat gizi seimbang
Stres pada anak dapat menggangu nafsu makan sehingga mengganggu tumbuh kembang anak

 

Bicara tentang mood dan nafsu makan anak, ternyata stress atau suasana hati yang kurang baik apabila tidak dikelola bisa menurunkan nafsu makan anak lho.

Hal ini saya dapatkan saat mengikuti talkshow online tentang bagaimana "Menerapkan Gizi Seimbang pada Anak Selama di Rumah Saja" bersama Danone Indonesia dan narasumber ahli kesehatan dan psikolog yaitu:

  1. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis
  2. Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi
  3. Soraya Larasati, pelaku hidup sehat
  4. Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia 

Sebagai orangtua kita tau bahwa makanan dan nutrisi yang terkandung dalam makanan merupakan faktor penting untuk tumbuh kembang anak.

Orangtua memiliki peran yang penting untuk mengontrol asupan nutrisi anak agar tumbuh kembang anak optimal dengan memperhatikan rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang.

bicara gizi
Bicara Gizi "Terapkan Gizi Seimbang pada Anak Selama di Rumah Saja"

Rutinitas Makan Sehat dengan Gizi Seimbang dan Variasi Makanan

Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis menjelaskan tentang gizi seimbang dan variasi makanan agar anak tidak bosan mengonsumsi makanan kaya nutrisi agar tumbuh kembang anak tetap terjaga.

Menurut Dr. Juwalita situasi pandemi yang mengharuskan kita semua di rumah saja memang membuat jenuh semua anggota keluarga. Maka diperlukan kegiatan yang beragam agar suasana di rumah saja menjadi lebih menyenangkan.

Tidak hanya aktivitas, menu harian juga harus dikreasikan supaya tidak membosankan. Aktivitas yang beragam dan menu harian yang beragam juga dapat membangun sistem imun tubuh yang dapat menangkal infeksi penyakit dari luar.

Ibu bisa melakukan rutinitas makanan sehat dengan gizi seimbang mulai dari memasak menu harian sendiri, selain lebih bersih, Ibu juga bisa memperhatikan nutrisi lainnya untuk kebutuhan keluarga dari sayuran, buah-buahan, makan pokok serta protein.

rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang
Rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang selama di rumah saja

Pedoman Gizi Seimbang

Dalam talkshow Bicara Gizi, Dr. Juwalita juga membahas bagaimana cara untuk menangkal infeksi penyakit dari luar yaitu dengan memenuhi pedoman gizi seimbang.

Gizi seimbang adalah susunan pangan mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ada empat pilar gizi seimbang, diantaranya:

  1. Mengonsumsi makanan beragam.
  2. Perilaku hidup bersih.
  3. Melakukan aktivitas fisik
  4. Pertambahan tinggi badan dan berat bedan sesuai dengan usianya

Gizi seimbang diterjemahkan dalam tumpeng gizi seimbang, yang juga telah di informasikan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu:

  • Karbohidrat yang berasal dari nasi dan umbi-umbian.
  • Sayur dan buah yang merupakan sumber vitamin dan serat yang juga berperan penting pada pencernaan anak. Saluran cerna anak sangat beperan dalam sistem imun tubuhnya.
  • Protein baik itu nabati maupun hewani.
  • Batasi penggunaan gula, garam dan minyak.

 

pedoman gizi seimbang
Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI


Lalu bagaimana pedoman isi piringku untuk anak usia 1-3 tahun?

Nah, khusus untuk anak usia 1-3 tahun, pedoman isi piringku dibuat untuk satu hari yang terdiri dari 1.5 porsi sayuran

  • 2 porsi lauk pauk
  • 3 porsi makanan pokok
  • 3 porsi buah-buahan serta air putih.

Semuanya ngga harus sekali makan, tapi bisa dibagi-bagi dalam jadwal makan, saat makanan berat atau snacking time.

Selain itu, gizi seimbang juga bisa tercapai jika kebutuhan nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral)  dapat terpenuhi.

Selain itu juga takaran, variasi dan jadwal makanan agar manfaat nutrisi yang dikonsumsi anak anak saat pandemi tetap terjaga.

protein makro dan mikro
Capai gizi seimbang dengan penuhi kebutuhan protein mikro dan makro

Lauk Pauk Sumber Protein Hewani dan Nabati

Sering ya kita mendengar, penting mana protein hewani atau nabati untuk nutrisi anak? Jawabnya keduanya penting untuk melengkapi kebutuhan zat gizi anak.

Pada protein hewani, contohnya ikan, ayam, telur, susu mengandung asam amino lebih lengkap serta kandungan protein, vitamin dan mineral didalamnya lebih mudah diserap tubuh.

Pada protein nabati mengandung lemak baik, isoflavone sebagai antioksidan dan antikolesterol, serat dan alternatif pengganti protein pada intoleransi laktosa.

Lalu apa saja manfaat protein nabati untuk tubuh?

  • Melengkapi kebutuhan protein tubuh.
  • Membantu mencukupi kebutuhan serat.
  • Mengandung mikronutient folat (tahu, tempe, kacang hijau bermanfaat untuk membentuk sel darah merah), niasin, tiamin, kalium, magnesium, besi, zinc.

 

gizi seimbang
Menjadi Ibu kreatif dalam menyipkan makanan sehat dengan gizi seimbang selama di rumah saja

Bisa juga mengikuti apa yang sudah dilakukan Soraya Larasati dalam menyiapkan makanan sehat dengan gizi seimbang pada anaknya selama di rumah saja..beliau mengakui sejak di rumah saja, menjadi lebih kreatif dalam menyiapkan menu makanan untuk keluarga dirumah khususnya untuk anak-anaknya.

Menurut Dr. Juwalita sebenarnya bertahan di rumah aja seperti sekarang jadi momen untuk orangtua memperbaiki pola makan anak. Caranya dengan memperbaiki pola makan anak yang terdiri dari 3 waktu yaitu sarapan, makan siang dan makan malam.

Menyediakan makan selingan kaya nutrisi minimal 2 kali sehari seperti buah-buahan, kacang-kacangan, agar-agar dan susu. Bisa juga diberikan makanan sumber protein nabati untuk anak seperti nugget tempe, rollade daging mix sayuran, bubur kacang hijau, sup kacang merah dan lainnya.

Baca juga : Manfaat Susu Pertumbuhan Soya

Menjaga Kondisi Psikis Ibu dan Anak Saat di Rumah Saja

Kondisi psikis ibu dan anak saat di rumah saja harus dipastikan dalam keadaan baik karena akan berpengaruh pada perilaku makan anak. Tentu saja akan berdampak pada nutrisi anak.

Menurut Putu Andani, M.Psi, Psikolog Anak dari Tiga Generasi bahwa untuk menjaga kondisi psikis ibu dan anak, bisa melakukan kegiatan yang bisa dilakukan secara bersama antara Ibu dan Anak seperti bersama-sama menerapkan gizi seimbang selama di rumah saja.

libatkan anak dalam menyiapkan menu makanan
Libatkan anak saat menyiapkan menu makanan sehingga kesehatan psikis anak terjaga


 

Mba Putu bilang bahwa stres menjadi tantangan terberat di masa pandemi dan stress menjadi sangat berat untuk anak-anak karena mereka belum bisa beradaptasi dengan cepat layaknya orang dewasa.
Stres pada anak-anak, selain mudah marah, anak juga perilaku sulit diajak bekerjasama dan menolak berbagai hal salah satunya menolak makanan huhu.

Jika anak anak sudah menolah makanan, patut diwaspadai, karena makanan adalah sumber pertahanan imun pertama di masa pandemi. Jika pertahanan pertama imun sudah kurang, maka banyak hal buruk bisa terjadi pada anak anak.

Ciptakan Pengalaman Makan Yang Baik

Momen makan anak merupakan kesempatan belajar anak, mba Putu menyebutkan, pengalaman baik makan pada anak juga mendukung pertumbuhan bicara anak, terutama pertumbuhan otak anak pada 1000 hari pertama kehidupan anak.

Teori Psikologi menyebutkan momen makan merupakan kesempatan belajar anak, seperti:

  • Melatih motorik anak dan mengetahui tekstur dan rasa makanan
  • Manajemen diri, anak belajar mengetahui sinyal lapar dan kenyang
  • Tata krama, anak belajar bagaimana menggunakan alat makan dan membereskannya kembali.

terapkan gizi seimbang selama dirumah saja

 

Agar Momen Makan di Rumah Saja Tidak Membosankan

Salah satu cara untuk mengatasi kebosanan Ibu dan Anak selama di rumah saja yaitu dengan mencoba sesuatu yang baru. Begitu juga pada proses makan.

  • Libatkan anak anak dalam rutinitas makan sehat seperti memilih menu. Untuk anak balita bisa diajak diskusi “mau jeruk atau apel?” atau jika. Anak usia dibawah 2 tahun, kita bisa menunjukan bendanya langsung.
  • Melibatkan anak pada proses memasak menu makanan.
  • Saat makan, tingkatkan interaksi dengan anak seperti makan bersama keluarga.

 

momen makan sehat dengan gizi seimbang
Momen makan anak merupakan kesempatan belajar anak


--

Kesimpulan

  1. Menjaga kesehatan mental dan fisik ibu sangat penting untuk menciptakan kesehatan keluarga
  2. Ibu yang sehat dan bahagia akan menghasilkan keluarga yang sehat bahagia juga, maka seorang Ibu harus bisa mengelola rasa jenuh, emosi dan stresnya.
  3. Orangtua memiliki peran yang penting untuk mengontrol asupan nutrisi anak agar tumbuh kembang anak optimal dengan memperhatikan rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang.
  4. Tidak hanya aktivitas, menu harian juga harus dikreasikan supaya tidak membosankan. Aktivitas yang beragam dan menu harian yang beragam juga dapat membangun sistem imun tubuh yang dapat menangkal infeksi penyakit dari luar.
  5. Melibatkan anak saat menyiapkan menu makanan bisa menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan psikologis anak sehingga kesehatan psikisnya juga bisa terjaga.
  6. Rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang selama di rumah saja, bisa menciptakan ketahanan kesehatan keluarga dalam situasi pandemi covid-19.

Senangnya saya bisa mengikuti talkshow online Bicara Gizi bersama Danone Indonesia yang memang selalu mengedukasi masyarakat Indonesia untuk menerapkan gizi seimbang pada anak walaupun di rumah saja.

danone bicara gizi
Edukasi Danone Indonesia untuk selalu menerapkan gizi seimbang selama di rumah saja

Semoga informasi ini bermanfaat ya.. sudahkan kita melakukan rutinitas makan sehat dengan gizi seimbang selama dirumah saja? jika belum yuk mulai dari sekarang kita terapkan.

Salam hangat,
Elly Nurul



Elly Nurul

29 komentar:

  1. maap saya salfok sama anak2nya mbak :) ganteng2 hahahaa bener mbak gizi seimbang itu perlu banget apalagi di saat pandemi seperti ini, anak2 harus punya tubuh yang sehat dan fit

    BalasHapus
  2. Aku ikut webinar ini mbk, adik banget materinya. Salah satu tips agar anak mau makan adalah melibatkan anak anak dalam memasak. Biasanya makannya makin lahap karena excited banget sama apa yang mereka masak

    BalasHapus
  3. Mba aku setuju mba bahwa ibu bahagia akan buat anak anak juga bahagia. Kasian kan kalau anak jadi stres. Dan bener deh penting asupan gizi anak :)

    BalasHapus
  4. Menjaga pola makan sehat bagi keluarga memang penting sekali ya..nah di sini ibu mesti pintar2 berkreasi ya..agar kebutuhan gizi masing2 anggota kelg terpenuhi..

    BalasHapus
  5. Pola makan yang bergizi memang penting sekali untuk dapat tercukupi apalagi di tengah pandemi sepertì ini

    BalasHapus
  6. Kebutuhan gizi anak yang baik didapat dari konsumsi makan-makanan yang mengandung karbohidrat dan protein yang seimbang ya, Mba. PR besar banget nih buat anakku yang susah makannya.

    BalasHapus
  7. Pandemi corona ini beneran menguji kita lahir baton ya mbak Elly :) Mengenai asupan gizi anak2 selama di rumah aja, kita kudu pintar2nya mengatur menu, kalau bisa bervariasi supaya mereka ga bosa. Buah, sayur, protein dll harus suka, jangan sampe jadi picky eater.

    BalasHapus
  8. Mba, kalau tips biar cantik mempesona mulu apa sih? *eh gagal fokus hahahaha.

    Btw memang selama pandemi ini, selalu di rumah mulu sungguh menantang banget untuk bisa mempertahankan pemberian gizi seimbang buat anak-anak.

    Secara ya, kita mamak-mamak juga butuh ngerefresh juga agar bisa selalu semangat memberikan variasi makanan yang sehat dan gizinya seimbang, namun anak-anak juga suka :)

    BalasHapus
  9. Saya suka bingung kalau melihat saudara dan tetangga disini yg mereka sebenarnya bukan tidak ingin memenuhi gizi seimbang, tapi kondisi perekonomian yang memang tidak memungkinkan. Jangankan beli lauk pauk bergizi, beli beras saja itu udah yg termurah keluaran Bulog yg sudah dapat subsidi.
    Ya kalau yg punya pendapat cukup, gizi seimbang bisa dilakukan. Tapi mereka ini bagaimana solusinya coba, masih bisa makan nasi saja merasa sudah beruntung. Disitu saya suka merasa bingung...

    BalasHapus
  10. Penting untuk tau apa penyebab anak malas makan ya mak. Bukan karena menunya yang gak disukai tapi biasa juga karena stres.

    Variasi makanan juga perlu biar anak gak bosan. Termasuk juga tampilan makanan, bikin yang semenarik mungkin biar mereka senang.
    Asal jangan lupa perhatikan gizinya.

    BalasHapus
  11. Karena si kecil masih di usia batita, jadi kegiatan melibatkan anak saat menyiapkan menu kuganti melibatkan si kecil ketika emaknya lagi berkebun hihihi ... supaya enggak jenuh di rumah.

    BalasHapus
  12. Kesehatan fisim dan memtal sama pentingnya ya, Mak. Dalam memenuhinya jadi tantangan tersendiri bagi ibu karena bukn hanya kesehatan dirinya yg diperhagikan, melainkan kesehatan sekeluarga.

    BalasHapus
  13. Rutinitas makan sehat di mulai dari rumah ya jadi anak juga terbiasa besarnya. Mental ibu selama pandemi perlu banget dijaga demi kesehatan keluarga juga. Gak cuma orang dewasa anak=anak juga bisa stres kalau kita gak bantu mengatasinya

    BalasHapus
  14. Kesehatan fisik dan mental harus dijaga bersamaan ya. Terlebih selama pandemi ini, duuuh luar biasa deh latihan kesabaran. Ya ibu, ya anaknya juga. Banyak tugas online dari sekolah, plus bosan di rumah saja, harus bersinergi nih antara ibu dan anak, juga ayah ya tentu saja, agar suasana di rumah tetap menyenangkan dan tidak mengganggu kesehatan fisik plus mental keluarga.

    BalasHapus
  15. Pentingnya gizi seimbang untuk keluarga apalagi di masa pandemi gini ya mbak. Selain membuat suasana rumah nyaman dan aman maka kita juga harus memiliki keseimbangan termasuk nilai gizi.

    BalasHapus
  16. setuju mbak..
    sebagai ibu kita memang baiknya selalu memberikan makanan dgn gii seimbang bagi keluarga ya

    BalasHapus
  17. Masya Allah..itu foto anak laki yang PJJ kok cakep amat :) Semangat belajarnya yaa nak. Tetap konsumsi makanan dengan gizi seimbang meski di rumah aja.

    BalasHapus
  18. aduuuh cakepnya anak-anak mbaaaa <3

    aku tim protein nabati nih. jujur emang aku sebenernya jarang banget makan daging, lebih suka makan sayur (mana nih yg blg makan sayur aja biar kurus... gue makan sayur mulu gemuk2 aja wkwkw)
    lagi dirumah aja gini emang jujur mood makan masak gitu berkurang drastis dibanding biasanya :(

    BalasHapus
  19. Iya mbak, selama di rumah saja salah satu yang harus diperhatikan juga kondisi kesehatan emosi ibu ya mbak. Karena kondisi yang tak sehat akan membuat tak bahagia. Nah ini yang GA bahagia bisa membuat rumah kacau.

    Oleh karena itulah kita perlu membuat makanan yang bisa mengenyangkan juga menyenangkan.

    BalasHapus
  20. Aku saat baca tulisan kak Elly juga terus menyimpan komentar seperti kak Andy di atas.
    MashaAllah..
    Anak sholih gantengnyaa...

    Ternyata menciptakan menu yang terbaik untuk anak itu mudah yaa...dengan melibatkan anak-anak saat menentukan menu dan membuatnya, bisa jadi happy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AKu kemarin-marin lagi males masak banget, kak Elly...jadi berasa manja, beli aja gitu yaa...
      Alhamdulillah, diingatkan sama Allah.
      Sekarang anakku yang kedua sering gatel-gatel, jadi mulai masak sendiri lagi. Menu-menu yang ringan, mudah dan anak-anak suka.

      Hapus
  21. selama pindah ke rumah di Citra Indah aku jadi makin rajin masak, hampi setiap hari masak, gak hanya menu utama tapi juga camilan. Alhamdulillah Darell gak complaint sih dengan menu makanan yang itu-itu aja yang penting gizinya seimbang

    BalasHapus
  22. Setuju sekali makanan rumahan lebih sehat dan tentu nutrisinya lbh terjaga.
    Selain itu juga sehat di kantong kalau gak beli2 haha.
    Protein nabati emang penting juga ya, krn ada kelebihan yang mungkin gk dimiliki protein hewani ada di bahan pangan ini.

    BalasHapus
  23. Variasi makanan anak tuh menurutku jadi tantangan bagiku mba. hahaha. kadang udah ngerasa masak eh kok besok besoknya binggung mau masak apa lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Engkau tak sendirian mbaaa... I feel you. Kayaknya hampir semua ibu merasakan hal yang sama ya. Perjuangan banget untuk memikirkan besok mau masak apa lagi yaaa... apalagi kalau ibunya gagap masak kayak aku ini. :))

      Hapus
  24. PErcaya banget kalau mood ibu, juga akan berpengaruh dengan makanan yg akan disajikan ke keluarga. Apalagi anak yg perlu mendapatkan gizi yang seimbang di usia mereka
    Webinarnya daging semua mbak isinya

    BalasHapus
  25. perlu banget jaga gizi anak dijaga ya selama di rumah aja, apalagi belajar daring itu perlu tenaga dan konsenterasi ya, anak juga bisa stress dengan banyak tugas

    BalasHapus
  26. gizi seimbang ini perlu banget diperhatikan yah biar konsentrasinya baik dan juga sehat selalu

    BalasHapus
  27. Gizi seimbang ini jadi pe-er banget buatku yang ounya anak picky eater hiks. Sekarang usianya 6 tahun, susahhhhh sekali makan sayuran hijau. Mesti pinter2 bikin menunya biar ga ketahuan ada sayur yang disembunykan wkwkwk

    BalasHapus

Instagram