Trastuzumab Subkutan : Terapi Cara Baru Penderita Kanker Panyudara HER2-positif

trastuzumab subkutan terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif

Sebuah evolusi terapi Kanker Payudara HER2-positif dari Roche yaitu Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) yang lebih praktis dan hemat waktu menjadi solusi kebutuhan medis yang belum terpenuhi.

Trastuzumab dipasarkan oleh Genentech di Amerika Serikat, Chugai di Jepag dan oleh Roche secara Internasional. Sejak 1998, trastuzumab telah digunakan untuk mengobati lebih dari 1,2 juta orang dengan Kanker Payudara jenis HER2-positif di seluruh dunia.


Hallo semua..

Membahas tentang penyakit kanker menjadi topik pembahasan yang membuat sebagian orang semakin perduli terhadap kesehatannya dan mulai menjalankan pola hidup sehat. Karena kanker merupakan jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menyebabkan kematian. Di Indonesia, Kanker Payudara tercatat sebagai kanker dengan tingkat kematian tertinggi di antara kanker lainnya.

Mengapa kanker payudara menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia? Menurut catatan medis Rumah Sakit Kanker Dharmais, hampir 85% pasien Kanker Payudara datang ke rumah sakit dengan kanker pada stadium lanjut.

Rendahnya kesadaran masyarakat dan tabu akan penyakit Kanker Payudara memperburuk tingginya insiden Kanker Payudara di Indonesia. Hal ini saya dapatkan saat saya menghadiri diskusi Kesehatan Wanita khususnya tentang Kanker Payudara bersama Dokter Onokologi, Peneliti Kebijakan dan Manajeman Asuransi Kesehatan (KPMAK), perawat di bidang Onokologi dan Roche Indonesia, pada Selasa, 11 Juli 2018 di Jakarta.

terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif
 Diskusi "Less Time in the Hospital, More Time with Your Loved Ones" 11/07/18

Para Narasumber Diskusi kesehatan "Less Time in the Hospital, More Time with Your Loved Ones"
1. Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Onokologi Medik RS Dharmais dan RSCM
2. Zr. Musrini, S.ST, Perawat Kanker Payudara RS Dr. Soetomo, Surabaya
3. Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., M.Kes, KPMAK, Direktur KPMAK Fak Kedokteran UGM
4. Prof. Dr. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, SpTHT-KL(K), MARS, Dirut RS Kanker Dharmais

Insiden Kanker Payudara di Dunia

Kanker Payudara adalah kanker yang paling banyak ditemukan para perempuan diseluruh dunia. Sekitar 1,4 juta kasus Kanker Payudara baru didunia dan lebih dari 450.000 perempuan meninggal karena Kanker Payudara terjadi setiap tahunnya di dunia.

Hampir 50% insiden Kanker Payudara terjadi di negara maju dan 58% kematian terjadi di negara-negara berkembang. Salah satu jenis Kanker Payudara adalah Kanker Payudara dengan status HER2-positif. Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2) ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak pada permukaan sel-sel tumor.

"HER2-positif dialami oleh sekitar 15-20% pasien Kanker Payudara dan Kanker Payudara dengan HER2-positif adalah jenis Kanker Payudara yang sangat agresif".
trastuzumab subkutan terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif
Sumber materi : Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Onokologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM

Insiden Kanker Payudara di Indonesia

Data dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) sekitar 70% pasien Kanker Payudara didiagosa pada stadium lanjut, yaitu kanker stadium III (37%), stadium II (34,7%) dan stadium IV (21%) dan sekitar 7,3% pada stadium I.

Pada stadium lanjut, sel-sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, sehingga lebih sulit disembuhkan dan cenderung memiliki perjalanan penyakit (prognosis) yang buruk. Perempuan dengan Kanker Payudara stadium 0 atau I memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun (nyaris 100%), stadium II (93%), stadium III (72%) dan stadium IV (22%).

GOLOBOCAN memperkirakan pada tahun 2020 akan muncul 58.799 kasus Kanker Payudara baru, dengan angka kematian mencapai 23.836. Dan pada tahun 2030, angka ini diperkirakan meningkat pesat menjadi 74.289 kasus, dengan angka kematian sekitar 31.626.

Mengenal Kanker Payudara HER2-positif : Penyakit Agresif

1 dari 5 perempuan yang terdiagnosis dengan Kanker Payudara di seluruh dunia diketahui menderita jenis HER2-positif yang bersifat agresif. HER2 adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan di permukaan sel-sel.

Ekspresi protein yang berlebihan ini menyebaban sel tumbuh dan memperbanyak diri lebih cepat dan tidak terkontrol.
Sumber gambar : www.roche.com

Kanker Payudara HER2-positif Stadium Dini dan Lanjut

Dalam kasus Kanker Payudara, jika sel kanker hanya ditemukan di payudara dan dapat dioperasi,  kanker tesebut tergolong dalam stadium dini. Sekitar 98% pasien dengan Kanker Payudara stadium dini akan bertahan hidup selama 5 tahun jika diobati dengan baik.

Kanker Payudara stadium lanjut bisa digunakan untuk Kanker Payudara yang sudah pindah ke organ tubuh lain (metastasis) atau stadium lanjut secara lokal. Stadium lanjut secara lokal artinya sel kanker telah menyebar dari payudara ke daerah kulit atau dinding dada, tapi belum ke organ tubuh lain yang jauh.

"Kanker Payudara metastatik terjadi saat sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang, hati, paru-paru dan otak. Penelitian menunjukan bahwa secara statistik hanya 1 dari 4 orang terdiagnosa dengan Kanker Payudara stadium lanjut dapat bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosa"

Kanker Payudara HER2-positif: Perawatan dan Pengobatan

Sebelumnya, pasien dengan Kanker Payudara HER2-positif diprediksi memiliki harapan hidup yang lebih rendah dibanding pasien dengan kanker payudara HER2-negatif. Dalam 15 tahun terakhir, perkembangan perawatan Kanker Payudara HER2-positif dapat ditangani dengan terapi kemoterapi, radioterapi dan terapi target yang secara umum menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kanker payudara HER2-negatif.

Kanker Payudara selain mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup pasien, kanker juga menjadi beban keuangan yang akan berdampak buruk bagi keluarga pasien. Di Indonesia, lebih dari 70% pasien kanker mengalami kematian atau kesulitan keuangan dalam tahun pertama setelah diagnosis. 

Beban fisik dan sosio-ekonomi yang dialami pasien dan keluarga akibat Kanker Payudara juga berdampak pada negara di level makro. Kementerian Kesehatan menyadari tren peningkatan kanker baru dengan meningkatnya jumlah kasus yang ditangani serta pembiayaan kanker oleh Badan Penyenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selama periode tahun 2014-2015.

Maka akses terhadap pengobatan yang lebih baik menjadi sangat dibutuhkan baik bagi pasien, keluarga pasien, tenaga perawat maupun pemerintah.
trastuzumab subkutan terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif
Sumber materi : Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Onokologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM

Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC): Formulasi Baru Perawatan Kanker Payudara HER2-Positif

Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) adalah formulasi baru untuk trastuzumab. Sebelumnya penderita Kanker Payudara melakukan terapi pengobatan Trastuzumab melalui cairan inpus atau disebut dengan (Trastuzumab IV).

Trastuzumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk menargetkan dan menghentikan fungsi HER2, jenis protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan.

Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) diberikan kepada pasien melalui injeksi subkutan. Pemberian secara subkutan dapat memungkinkan melalui penggunaan eksipien (pembawa bahan aktif dalam obat) rHuPH20, rHuPH20 (recombinant human hyaluronidase) mendegradasi hyaluronan, zat seperti gel yang membentuk penghalang di jaringan antara sel-sel dibawah kulit.

Dengan rHuPH20, volume cairan yang cukup besar, seperti dosis tetap trastuzumab sebesar 600mg/5ml, bisa diinjeksikan dan didistribusikan ke area yang lebih luas tanpa rasa sakit.
trastuzumab subkutan terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif
Sumber materi : Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Onokologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM

Cara Kerja Trastuzumab

Mengaktivasi sistem kekebalan tubuh, menghentikan sinyal dari HER2, dan menghancurkan sel-sel tumor. Trastuzumab telah menunjukan efikasi yang baik dalam pengobatan Kanker Payudara HER2-positif baik pada stadium dini maupun lanjut.

Diberikan sebagai monoterapi ataupun dikombinasikan dengan kemoterapi standar, trastuzumab telah terbukti dapat meningkatkan kelangsungan hidup, tingkat respon dan kesembuhan dan juga mempertahankan kualitas hidup untuk perempuan dengan kanker payudara HER2-positif.

Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) dilakukan dengan cara di injeksi pada jaringan lemak paha perempuan penderita Kanker Payudara

trastuzumab subkutan terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif
Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Onokologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM

Perbedaan Trastuzumab Inpus (Trastuzumab IV) dengan Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC)

  • Trastuzumab Inpus (Trastuzumab IV) terapi pemberian obat melalui infus
  • Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) terapi pemberian obat melakui injeksi

Kelebihan Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) dibanding Trastuzumad Inpus (Trastuzumab IV)

Berdasarkan hasil kajian "Analisis Ekonomi" yang dilakukan oleh Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajeman Asuransi Kesehatan (KPMAK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, terkait dengan penggunaan Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) bagi pasien Kanker Payudara HER2-positif stadium awal, berikut adalah hasil atau temuan utamanya :

 Hemat Waktu

  • Pemberian Trastuzumab IV membutuhkan waktu 90 menit, rata-rata pasien berada di RS selama 4 jam untuk kegiatan administrasi, pemeriksaan awal, pemasangan infus, pemberian premedikasi, infus obat, pengawasan dan pelepasan infus
  • Trastuzumab SC hanya membutuhkan waktu 5 menit, dengan rata-rata pasien berada di RS selama 1,4 jam untuk kegiatan administrasi, pemeriksaan awal, pemberian premedikasi, injeksi obat dan pengawasan

Antrian Lebih Cepat

Waktu yang dibutuhkan 1 pasien Trastuzumab IV sama dengan waktu yang dibutuhkan kurang lebih 3 pasien Trastuzumab SC, sehingga dalam satu hari pasien yang dapat dilayani meningkat kurang lebih 3x lebih banyak jika diberikan Trastuzumab SC

Nilai Tambah

  • Penghematan biaya pemberian injeksi Trastuzumab SC mencapai 35%
  • Penghematan biaya dalam penggunaan obat dan bahan medis habis pakai
  • Efisiensi tenaga kesehatan
kelebihan trastuzumab subkutan
Sumber Materi :Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajeman Asuransi Kesehatan (KPMAK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) menjadi solusi dalam menghemat waktu tunggu dan waktu sembuh pasien Kanker Payudara dibenarkan oleh Zr. Musrini, S.ST yang telah menjadi suster di bidang onkologi selama 20 tahun.

"Pasien bisa menghemat lebih dari satu jam pada setiap kunjungan ke rumah sakit untuk perawatan anti-kanker mereka, dan lebih dari 19 jam disepanjang siklus perawatan mereka" Zr. Musrini, S.ST (suster di bidang onkologi selama 20 tahun)

Waktu sangatlah berharga bagi pasien dan keluarga, dengan Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) pasien bisa menikmati hidup tanpa terbelenggu oleh infus.

Dimana Dapat Melakukan Terapi Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC)?

Terapi Trastuzumab Subkutan dapat dilakukan di semua Rumah Sakit di Indonesia yang menyediakan layanan Kanker Payudara. Dengan biaya mulai dari 16jt hingga 22jt untuk 1 kali terapi Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC).

Berapa Lama Terapi Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC)?

Pada penderita Kanker Payudara HER2-positif, untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan waktu 1 tahun yaitu dengan 18 kali injeksi Subkutan yang dilakukan setiap 3 minggu dan pelaksanaan 1 kali injeksi Subkutan membutuhakan waktu 5 menit.    

trastuzumab subkutan terapi cara baru penderita kanker payudara her2 positif
dr. Binay Swarup, Country Medical Director Roche Indonesia

Tentang Roche

Roche adalah perusahaan bioteknologi terkemuka yang memiliki pengobatan mutakhir di bidang onkologi, imunologi, penyakit menular, serta penyakit mata dan sistem saraf serta untuk diagnostik in-vitro, diagnostik kanker berbasis jaringan dan perintis dalam penatalaksanaan diabetes.

Didirikan pada 1896, Roche secara berkesinambungan mencari berbagi cara yang baik untuk mencegah, mendiagnosa dan mengobati peyakit serta memberikan kondtribusi berkesinambungan untuk masyarakat.

Dengan untuk meningkatkan akses pasien terhadap inovasi medis melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. 30 obat yang dikembangkan oleh Roche termasuk dalam Daftar Obat Esensial WHO, diantaranya antibiotik, antimalaria dan pengobatan kanker.

Selama 9 tahun berturut-turut Dow Jones Sustainability Indices memberikan penghargaan kepada Roche sebagai Group Leader yang memberikan kontribusi secara berkelanjutan di bidang Farmasi, Bioteknologi dan Industri Riset Kesehatan.

Group Roche, berkantor pusat di Basel, Swiss, beroperasi lebih dari 100 negara dan pada 2017 memperkerjakan sekitar 94.000 karyawan di seluruh dunia. Tahun 2017, Roche berinvestasi lebih dari 10,4 miliar Swiss Franc untuk riset dan pengembangan dan mencapa angka penjualan 53,3 Swiss Franc. Genentech, di Amerika Serikat,sepenuhnya dimiliki oleh Grup Roche. Roche merupakan pemegang saham terbesar di Chugai, Jepang
--

Semoga evolusi terapi penyakit Kanker Payudara ini akan diikuti dengan evolusi terapi untuk penyakit kanker lainnya. Sehingga jumlah penderita Kanker Payudara di Indonesia semakin berkurang.

Terapi cara baru penderita Kanker Payudara HER2-positif dengan Trastuzumab Subkutan (Trastuzumab SC) dapat mengurangi waktu tunggu pasien, sehingga pasien memiliki waktu lebih lama bersama keluarga tercinta, pasien tidak lagi terbelenggu dengan infus yang lama tapi hanya dengan injeksi selama 5 menit dan juga waktu sembuh yang lebih cepat.

Untuk informasi lebih lanjut tentang terapi pengobatan Kanker Payudara melalui:
www.roche.com
www.kalahkankanker.com

Salam hangat,
Elly Nurul


Sumber Referensi :
www.globocan.iarc.fr
www.who.int
www.pitapink-ykpi.or.id
www.cancer.org
www.ncbi.nlm.nih.gov
www.nejm.org
www.sciencedirect.com

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

7 komentar:

  1. Masih cukup tinggi ya presentasenya di Indonesia ini. 70% teridentifikasi sudah dalam stadium lanjut. Sedih. Karena ini adalah masalah yang begitu dekat dengan wanita.

    BalasHapus
  2. Naudzubillah ya mbak, semoga kita dan keluarga terhindar dari kanker ini. Dan ada baiknya cek sedini mungkin

    BalasHapus
  3. Wah saya awam sama istilah dan penyakit ini. Trims saya jadi banyak info. Sebagai wanita kita memang harus lebih waspada ya secara ini penyakit mematikan di negara ini...

    BalasHapus
  4. Semoga inovasi dari Roche, dapat memberikan manfaat besar untuk dunia kesehatan, dengan menurunkan risiko kematian akibat kanker.

    BalasHapus
  5. Makasih ya infonya, betapa pentingnya menjaga kesehatan ya mba walaupun kanker payudara sebagian karena penyakit warisan tapi tetap kita harus terus berupaya untuk selalu hidup sehat

    BalasHapus
  6. bedanya Trastuzumab dengan kemo apa ya mbak?

    BalasHapus
  7. Sungguh informasi yang menarik, dan saya baru tahu ada pengobatan dengan Trastuzumab Subkutan yang merupakan formulasi baru perawatan kanker payudara HER2-Positif ini. Semoga angka kangker payudara di Indonesia bisa terus menurun. Aamiin...

    BalasHapus

Instagram