Apa Saja Dampak Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia

dampak-tokopedia-terhadap-perekonomian-indonesia
Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, dalam diskusi publik bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’di Djakarta Theater (10/10/2019)

Tahukah kamu bahwa data hasil riset LPEM FEB UI di 2019 menyebutkan bahwa kolaborasi antara para penjual, pembeli dan para mitra bisnis Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia lho.



Hasil riset LPEM FEB UI, selama 2018 menyebutkan bahwa Tokopedia telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada Aceh sampai Papua.


Holla..

Sebagai warna negara Indonesia, siapa yang tidak mengenal Tokopedia? Coba deh cek smartphone orang orang  terdekat kamu, yang suka belanja online pasti sudah punya aplikasi Tokopedia di smartphone masing masing.

Iyes Tokopedia adalah perusahaan teknologi Indonesia yang telah memberdayakan jutaan penjual dan pengguna melalui marketplace dan produk digital, fintech dan pembayaran, logistik dan fulfillment, serta Mitra Tokopedia.

Beruntungnya saya sebagai pengguna setia Tokopedia bisa menghadiri paparan hasil penelitian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada Jum’at, 9 Oktober 2019 di DJakarta Theater, Jakarta Pusat.

Lalu apa saja hasil dari riset yang telah dilakukan oleh LPEM FEB UI tentang Tokopedia, baca tulisan ini sampai habis ya.. kamu bisa tahu apa aja hasilnya khususnya dalam bidang ekonomi di Indonesia.

Riset LPEM FEB UI: Tokopedia Percepat Pemerataan Ekonomi Digital di Indonesia

Tak terasa ya selama lebih dari 10 tahun ini Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem. Terus mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Dampak pemerataan ekonomi digital tersebut bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hampir di seluruh wilayah Tanah Air, mulai dari Aceh sampai Papua lho.

Riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) di 2019 membuktikan bahwa Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia. Terutama melalui kolaborasi yang selama ini terjadi antara para penjual, pembeli dan para mitra bisnis Tokopedia.

Hasil riset tersebut resmi diumumkan dalam diskusi publik bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’ pada Kamis, 10 Oktober di Djakarta Theater.

dampak-tokopedia-terhadap-perekonomian-indonesia
Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya,  Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico, dan Laras Anggraini, Pendiri Smitten by Pattern tengah berbincang mengenai perjalanan Tokopedia  yang telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia. Terutama melalui kolaborasi yang selama ini terjadi antara para penjual, pembeli dan para mitra bisnis Tokopedia.


Tokopedia Jadikan Harga 21% Lebih Murah dan Bantu Tingkatkan Penjualan 22%

Tahukah kamu bahwa saat ini, sudah ada 90 juta pengguna aktif yang mengunjungi Tokopedia setiap bulannya, artinya 1 dari 3 masyarakat Indonesia sudah mengakses Tokopedia.. wow banget ya Tokopedia ini.

Saat pemaran hasil riset di Djakarta Theater, Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico, menjelaskan bahwa “Populasi pengguna Tokopedia menyatakan bahwa Tokopedia membuat harga 21% lebih murah. Tidak hanya itu, Tokopedia juga membuat 79% pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital.”

Selain itu populasi penjual di Tokopedia juga berkembang pesat lho. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual. Lalu pada tahun 2019, populasi penjual naik menjadi 6,4 juta.

Para penjual di Tokopedia sebesar 86,55% merupakan pedagang baru dan 94% termasuk dalam kategori ultra mikro (penjualan dengan omzet di bawah Rp100 juta per tahun).

dampak-tokopedia-terhadap-perekonomian-indonesia
Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico sedang mempresentasikan hasil penelitian LPEM PEB UI


“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Tokopedia juga terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22%. Beberapa daerah di luar Jawa, kenaikannya bahkan sangat signifikan. Gorontalo misalnya mencapai 55,09%, Jambi 41,88%, Sulawesi Utara 36,67%, Kalimantan Timur 35,71%, Lampung 34,27%,” Kiki Verico, Wakil Direktur LPEM FEB UI


Bagaimana dengan cakupan wilayah transaksi di Tokopedia nih? ternyata transaksinya terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia lho. Hampir 90% transaksi yang terjadi di kawasan Indonesia Timur, berasal dari Barat (56%) dan Tengah (33%). Sedangkan transaksi yang terjadi di Indonesia Tengah, berasal dari Barat (54%) dan Timur (11%).

Dari hasil riset LPEM FEB UI juga menyebutkan bahwa Tokopedia membuat para pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di daerah bisa membeli bahan baku produksi dengan harga lebih murah.

Para ‘konsumen produktif’ itu sebagian besar berada di luar Pulau Jawa. Antara lain:
  • Bengkulu (54,5%)
  • Sulawesi Tenggara (53,85%)
  • Gorontalo (46,15%)
  • Nusa Tenggara Barat (46,15%)
  • Maluku (45,45%).

Diprediksi Berkontribusi 1,5% Perekonomian Indonesia di 2019

Selama 2018 lalu, GMV Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia.

Untuk dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp58 triliun, yang diprediksi akan meningkat menjadi Rp170 triliun di 2019 menurut riset LPEM FEB UI.

Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia ini tidak hanya terjadi di pulau Jawa, namun juga turut berkontribusi besar dalam menggerakan perekonomian daerah, seperti halnya di Sulawesi Utara Rp160 miliar, Aceh Rp262 miliar, Kalimantan Timur Rp933 miliar, Sumatera Utara Rp2,79 triliun, dan Bali Rp822 miliar.

Selain dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, hasil riset dari LPEM FEB UI ini juga menemukan bahwa Tokopedia juga turut menambah total pendapatan rumah tangga sebesar Rp19,02 triliun, yang setara dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp441 ribu untuk setiap angkatan kerja Indonesia.

dampak-tokopedia-terhadap-perekonomian-indonesia
Laras Anggraini, Pendiri Smitten by Pattern, berbagi pengalamannya sebagai salah satu penjual aktif Tokopedia pada acara diskusi publik bertajuk ‘Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia’.


2019, Penjual Aktif Tokopedia Bisa Ciptakan 1.136 Juta Lapangan Kerja Merata

Pengaruh Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia tak lepas dari jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Menurut riset LPEM FEB UI, selama 2018, Tokopedia telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada Aceh sampai Papua.

Jumlah ini setara dengan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309 ribu di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

Persebaran lapangan kerja tersebut antara lain:
  • DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja)
  • Jawa Barat (172.348 lapangan kerja)
  • Jawa Timur (112.488 lapangan kerja)
  • Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja)
  • Bali (25.699 lapangan kerja)
  • Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja)
  • Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja)

Jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta berkat kehadiran Tokopedia diprediksi akan meningkat jadi 1.136 juta pekerjaan pada 2019 ini.

Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan, "Sejak awal Tokopedia berdiri, kami memang berkomitmen untuk dapat memudahkan masyarakat dalam memulai dan menciptakan lebih dengan pemanfaatan teknologi. Menginjak usia yang ke-10 ini, kami terus bertransformasi menjadi  sebuah Super Ecosystem, yang menjembatani semua pihak dalam misi sejalan untuk maju dan tumbuh bersama serta mengakselerasi pemerataan ekonomi digital di Indonesia.”

dampak-tokopedia-terhadap-perekonomian-indonesia
Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan bahwa komitmen sejak awal Tokopedia berdiri untuk dapat memudahkan masyarakat dalam memulai dan menciptakan lebih dengan pemanfaatan teknologi.


“Indonesia, dengan lebih dari 17 ribu pulau, akan terus menjadi fokus utama dari Tokopedia. Bagi kami, Makassar lebih penting daripada Manila, Sukanagara lebih penting dibandingkan Singapura, maka Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia akan terus berkomitmen menjadi lebih relevan dan bermanfaat untuk Indonesia,” William Tanuwijaya, Co-Founder dan CEO Tokopedia

--

Kesimpulan:

  1. Tokopedia  yang telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia. Terutama melalui kolaborasi yang selama ini terjadi antara para penjual, pembeli dan para mitra bisnis Tokopedia.
  2. Tokopedia telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada Aceh sampai Papua. 
  3. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual. Lalu pada tahun 2019, populasi penjual naik menjadi 6,4 juta.
  4. Populasi pengguna Tokopedia menyatakan bahwa Tokopedia membuat harga 21% lebih murah.
  5. Tokopedia membuat 79% pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital
  6. Tokopedia juga terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22%. Beberapa daerah di luar Jawa, kenaikannya bahkan sangat signifikan. Gorontalo misalnya mencapai 55,09%, Jambi 41,88%, Sulawesi Utara 36,67%, Kalimantan Timur 35,71%, Lampung 34,27%

Semoga bermanfaat dan selamat kepada Tokopedia yang telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Salam hangat,
Elly Nurul






Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

1 komentar:

  1. Kadang saya heran, kenapa bisa murah ya
    Tokopedia memang mantap, punya andail besar.

    BalasHapus

Instagram