Halo, kenalin namaku Elly Nurul seorang Ibu yang suka lari, suka jalanin hidup sehat dan juga bikin konten olahraga khususnya lari.
Olahraga sudah menjadi gaya hidup sehat bagi banyak orang khususnya olahraga lari, karena saya tinggal di Jakarta, area GBK Senayan setiap hari khususnya saat malam hari, penuh dengan masyarakat yang antusias olahraga lari selepas menjadi pekerja kantoran.
CFD Sudirman juga tidak kalah ramai, tidak hanya berlari, bahkan masyarakat menjadikan CFD Sudirman untuk jalan kaki dan bersepeda bersama teman atau keluarga tercinta.
Khususnya olahraga lari, tidak jarang seseorang mengikuti lomba lari 4x dalam sebulan (setiap minggu ikutan race atau lomba lari) lho.
Lalu pertanyaannya, lari karena FOMO atau karena peduli kesehatan? bisa jadi keduanya sih ya, tergantung motivasinya dan cara melakukannya.
FOMO (ingin ikut tren) bisa jadi pendorong awal seseorang memilih olahraga lari, tapi jika dilakukan dengan benar karena peduli kesehatannya, maka seseorang akan berkembang menjadi gaya hidup sehat untuk waktu yang lama atau jangka panjang.
Manfaat lari itu banyak banget dan sangat nyata hasilnya seperti jantung sehat, berat badan ideal dan mental lebih baik. Tapi jika seseorang olahraga lari hanya karena FOMO tanpa dengarkan tubuh bisa berbahaya seperti cedera dan stres berlebihan dan akhirnya olahraga larinya berhenti karena harus pemulihan huhu.
Baca juga : Refreshing Otak Dengan Olahraga Lari
Kalo ditanya, saya lari karena FOMO atau karena peduli kesehatan? maka saya akan menjawab karena peduli kesehatan. Iyess saya memutuskan untuk olahraga lari kerena merasa tubuh kurang bugar,
walaupun tidak ada masalah dengan berat badan atau over weight namun saya merasa kurang bugar seperti sering sakit kepala dan mudah lelah.
Alhamdulillah, setelah menjalani olahraga lari selama lebih dari 3 tahun, selain memiliki berat badan ideal, badan nggak gampang sakit, tubuh merasa prima dan siap menjalankan aktifitas apapun.
Jadi, lari karena FOMO atau Peduli Kesehatan nih?
Coba kita bahas satu persatu ya..
Jika Lari karena FOMO
Lari karena FOMO itu sebenernya bisa jadi pemicu untuk hidup lebih sehat, tapi berbahaya jika tanpa adanya kontrol diri yang baik
Misalnya, motivasi lari karena ikut-ikutan teman, ingin eksis di media sosial, dapat validasi dari orang lain, maka akan timbul risiko seperti cedera karena terlalu memaksakan diri, stres berlebihan, nggak konsisten lari bahkan fokusnya pamer bukan sehat.
Baca juga : Cedera Umum Yang Dialami Pelari
Jika Lari karena Peduli Kesehatan
Lari karena peduli kesehatan ini yang ideal, karena motivasinya ya untuk menjaga kebugaran, menurunkan berat badan, mengelola stres, meningkatkan kualitas tidur dan jantung lebih sehat.
Rutin olahraga lari akan menjadi kebiasaan baik, sehingga kebugaran fisik dan mental seseorang juga bisa meningkat.
Lalu gimana nih, supaya lari nggak karena FOMO tapi karena peduli kesehatan?
Cara Dari FOMO menjadi Sehat
- Dengarkan Tubuh: Jangan memaksakan diri, lakukanlah secara bertahap dan sesuaikan intensitas.
- Fokus pada Proses: Nikmati setiap prosesnya, jangan membandingkan diri dengan orang lain karena proses setiap orang itu berbeda-beda
- Persiapan Matang: Pakai sepatu lari yang tepat, lakukan pemanasan, pendinginan, cukupi cairan.
- Gabung Komunitas : Cari komunitas lari yang suportif untuk motivasi, banyak belajar dari pelari senior, sharing informasi bukan untuk ajang pamer pencapaian lari.
- Tujuan untuk Sehat: Ingat, tujuan utama lari adalah untuk sehat, bukan hanya terlihat sehat di media sosial tapi sehat jiwa dan raga sesungguhnya.
Jadi kamu lari karena FOMO atau karena peduli kesehatan? mulai lari karena tren (FOMO) tidak apa-apa, tapi segera fokus ke kesehatan agar lari menjadi kebiasaan baik yang bertahan lama dan benar-benar membawa manfaat ya bukan membawa hal hal yang tidak bermanfaat seperti cedera.
Salam hangat,
Elly Nurul
Tidak ada komentar