Yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Mengalami Kesulitan Belajar

jika anak mengalami kesulitan belajar

Setiap anak memiliki kemampuan menguasai pelajaran yang berbeda-beda. Ada yang mengalami kesulitan dalam belajar dan ada yang sebaliknya. Kesulitan dalam belajar pada anak, dapat mempengaruhi kesuksesan anak.

Dalam kesuksesan anak, ada peran orang tua di samping peran pendidik di sekolah dan anak itu sendiri. Maka orang tua harus memahami profil anak dan membantu mengarahkan anak dengan tepat, berdasarkan minat anak bukan kemauan orang tuanya.


Dear Moms,

Berbicara tentang kesulitan belajar pada anak, biasanya apa saja kesulitan yang dialami anak? dan apa yang sudah moms lakukan agar anak tidak mengalami kesulitan dalam belajar?

Ada ungkapan “Setiap anak itu Cerdas dan Setiap Anak Itu Istimewa” dan saya sangat setuju dengan ungkapan itu karena saya mengalami dan merasakannya sendiri.

Memiliki dua anak dan keduanya berjenis kelamin laki-laki. Keduanya terpaut usia 4 tahun dan memiliki karakter yang berbeda-beda termasuk dalam kemampuan belajar.

Dalam hal kesulitan belajar, anak pertama saya cenderung mengalami kesulitan belajar dan anak kedua saya tidak mengalami kesulitan belajar.

Kadang terlintas dalam benak saya “kenapa ya anak pertama saya mengalami kesulitan belajar dan anak saya yang kedua tidak mengalami kesulitan dalam belajar, padahal keduanya mendapatkan perhatian yang sama, tidak ada yang lebih di istimewakan”.

Kesulitan belajar anak pertama saya ini, terlihat sejak kelas 3 SD. Mungkin karena pelajarannya juga sudah lebih sulit dibanding kelas 1 dan kelas 2. Pelajaran matematika menjadi pelajar yang paling sulit dimengerti dibanding pelajaran lainnya.

Matematika juga menjadi pelajaran dengan nilai yang kurang baik, walaupun masih dalam batas bawah nilai yang harus dicapai. Tetapi saya melihat ini harus segera diketahui penyebab kesulitan belajarnya.

Kekhawatiran saya juga dirasakan oleh pihak sekolah, karena anak saya dianggap mengalami kesulitan dalam belajar maka kami duduk bersama untuk mencari solusinya.

Tidak fokus, mudah terpengaruh dengan hal-hal baru yang baru dan ada disekitarnya dan mudah menyerah sehingga tugas sekolah tidak selesai” itu gambaran permasalahan anak saya di sekolah selama kelas 3 SD.

Kami sepakat untuk menggali kesulitan belajar anak dan mengapa anak kami cenderung mudah menyerah sebelum menyelesaikan pelajarannya. Kami dengan mengikuti saran sekolah untuk bertemu dengan psikolog anak.

Setelah dilakukan pertemuan dengan psikolog anak dan dilakukan observasi di kelas bahwa anak kami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatiannya.

Namun, tidak semua sub komponen dalam ADHD yang dialami oleh anak kami, tapi tetap menjadi perhatian serius orangtua agar anak tidak mengalami kesulitan belajar.

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah.

Anak pertama saya hanya mengalami Attention Deficit, dari sisi tingkat kecerdasan (IQ) hasilnya masih normal, namun jika masalah Attention Deficit ini tidak diselesaikan, maka IQ bisa menurun, sebaliknya jika segera diatasi makan IQ bisa meningkat.

Orangtua mana yang tidak sedih jika anaknya mengalami ADHD? Selain sedih juga saya pernah menyalahkan diri sendiri, karena apa yang terjadi pada anak pertama saya itu adalah kesalahan saya sebagai Ibu yang sehari-hari bersama anak.

jika anak mengalami kesulitan belajar
 Jika anak mengalami kesulitan belajar (ilustrasi foto freepic)

Namun, psikolog anak memberikan kekuatan kepada saya, bahwa tidak ada kata terlambat, dengan menjalankan Psikoterapi Sensori Integrasi (SI) dan juga berbagai aktifitas lain yang dapat membuat anak saya lebih fokus, maka InshaAllah anak kami bisa menjadi lebih baik.

Bismillah, saya, psikolog anak dan pihak sekolah bersama berpegangan tangan untuk membantu anak pertama kami agar tidak lagi mengalami kesulitan belajar. Selain mengikuti Psikoterapi Sensori Integrasi (SI) juga menjalankan home program seperti:
  • Berenang minimal 2 kali sebulan
  • Outboand minimal 2 kali sebulan
  • Melatih kemandirian
  • Melatih rasa tanggung jawab terhadap barang
  • Manajeman waktu seperti persiapan sekolah dan tugas tugas sekolah

Kenapa anak saya bisa mengalami ADHD? walaupun penyebab utama ADHD belum diketahui dengan pasti, namun ADHD dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan termasuk pola pengasuhan.

Saat anak pertama saya tumbuh dalam periode emasnya, memang saya dan suami bekerja, jadi pola asuh lebih banyak dilakukan oleh kedua orangtua saya.

jika anak mengalami kesulitan belajar
 Jika anak mengalami kesulitan belajar (ilustrasi foto freepic)


Namun, kami tidak menyalahkan kedua orangtua kami, karena dalam periode emas tumbuh kembang anak pertama kami telah memanjakan anak dengan menuruti semua keinginan dan membantu semua aktifitas anak kami.

Karena menyalahkan orangtua, menyalahkan diri sendiri dan meratapi apa yang sudah terjadi tidak akan mengubah keadaan. Yang dapat mengubahnya adalah dengan melakukan tindakan seperti berkonsultasi kepada ahli sehingga permasalahan dalam kesulitan belajar anak saya dapat teratasi.

Alhamdulillah, saat ini anak pertama kami sedang menjalani Psikoterapi Sensori Integrasi dan beberapa home program. Harapannya semoga anak kami tidak lagi mengalami kesulitan belajar.. Aamiin.

Pentingnya Orangtua Mengetahui Profil Kognitif Anak

Tidak ada kata terlambat dalam belajar apalagi belajar tentang pengasuhan anak, Alhamdulillah pada tanggal 18 Juli 2019 di Rojiro Cafe, Cimanggis, saya menghadiri parenting education  dengan tema “How to Discover Your Child’s Potential” bersama Psikolog AJT CogTest, Diana Lie.

Tahu kah moms, bahwa label-label negatif seringkali terucap secara sengaja maupun tidak oleh orangtua ditujukan kepada anaknya seperti menyebut anak nakal, pemalas, atau bahkan bodoh. Padalah setiap anak itu memiliki kemampuan belajarnya masing-masing.

Ketika orangtua menemukan anaknya mengalami kesulitan dalam belajar, bukan dengan mengucap label-label negatif, tetapi orangtua harus mencari tahu apa penyebab anak mengalami kesulitan belajar.

jika anak mengalami kesulitan belajar
 Psikolog Diana Lie


Psikolog Diana Lie menyampaikan kepada kami peserta yang hadir yang memiliki anak usia sekolah bahwa kesuksesan dalam belajar itu ditentukan oleh 3 faktor yaitu
  • Orangtua, pola asuh termasuk gaya mendidik anak
  • Sekolah, kegiatan belajar mengajar dan pendampingan psikologis
  • Anak, sosial emosional, kognitif dan perilaku anak

Ketiga faktor tersebut harus selaras beriringan untuk mencapai kesuksesan anak dalam belajar. Jadi, peran orang tua, peran pendidik di sekolah dan anak itu sendiri sangat berperan penting untuk kesuksesan anak dalam belajar.

Bicara tentang pola asuh, Diana menjelaskan bahwa dalam teori mendidik Baumrind, yang membagi gaya mendidik menjadi 4 kategori yaitu otoriter, otoritaria/demokratis, permisif, dan neglect (tidak dipedulikan).

Bagaimana moms, dari 4 kategori di atas, mana yang menjadi gaya mendidik moms terhadap anak-anak dirumah? kalo saya termasuk yang kadang otoritaria kadang juga permisif, karena masih sering mengikuti keinginan anak, mikirnya simpel aja sih tapi memang masih dalam batasan yang wajah, jika menurut saya tidak harus dituruti yang tidak memaksakan.

Selain 3 faktor diatas, menurut Psikolog Diana Lie, yang tidak kalah penting dalam mencapai kesuksesan anak dalam belajar yaitu idealnya tiap orangtua perlu mengetahui profil kognitif anaknya, agar kesulitan belajar anak dapat difasilitasi atau disediakan dukungan yang sesuai dan tepat.

Setelah orangtua memahami gaya mendidik masing-masing, selanjutnya adalah Orang tua wajib memahami terlebih dahulu profil anaknya agar selanjutnya dapat membantu atau mengarahkan anak dengan tepat, berdasarkan minat anak bukan kemauan orang tuanya. 

Dengan mengetahui profil anak melalui tes kognitif anak yang dilakukan oleh lembaga terpercaya, maka orangtua dapat merasakan manfaatnya dan dapat mengaplikasikan rekomendasi yang tertera dalam hasil laporan tes kognitif anak.

Setelah anak memahami profil kognitif anak maka selanjutnya orangtua dapat membantu anak mencapai potensinya sesuai kelemahan dan kekuatan anak.

Menurut Bapak Ari Kunwidodo, Direktur Utama PT Melintas Cakrawala Indonesia yang turut hadir dalam parenting education menyampaikan bahwa banyak orang tua yang bersemangat membantu anaknya untuk sukses namun ternyata upayanya justru kadang membuat anak itu sendiri menjadi enggan berusaha lebih giat.

jika anak mengalami kesulitan belajar
 Bapak Ari Kunwidodo, Direktur Utama PT Melintas Cakrawala Indonesia


Melalui parenting education “How to Discover Your Child’s Potential” Bapak Ari Kunwidodo mengharapkan para orang tua yang datang nantinya dapat berbagi ilmu mengenai parenting ke yang lain dan sadar pentingnya memahami profil kognitif anak sejak dini.

Informasi lengkap tentang tes kognitif anak dapat melalui website dan sosial media Melintas Cakrawala yaitu:

Instagram : melintascakrawalaid
Facebook : Melintascakrawalaindonesia

Atau bisa datang langsung ke kantor :
PT. Melintas Cakrawala Indonesia
Graha Irama 5th floor Unit F
Jl. HR. Rasuna Said X-1 Kav. 1-2
Jakarta 12950
Telepon : 021. 5261487
Email : info@melintascakrawala.id 

jika anak mengalami kesulitan belajar
Foto bersama seluruh peserta parenting education “How to Discover Your Child’s Potential

Kesimpulan

  1. Jika anak mengalami kesulitan dalam belajar, jangan mengucap label negatif tapi mencari tahu penyebabnya.
  2. Kesuksesan dalam belajar itu ditentukan oleh 3 faktor yaitu orangtua, sekolah dan anak
  3. Kenali profil kognitif anak untuk membantu atau mengarahkan anak dengan tepat, berdasarkan minat anak bukan kemauan orang tuanya.
  4. Lakukan tes kognitif anak untuk mengetahui profil kognitif anak melalui lembaga terpercaya seperti AJT Cogtest
  5. Profil kognitif anak dapat membantu anak mencapai potensinya sesuai kelemahan dan kekuatan anak.

Semoga informasi tentang apa yang harus dilakukan orangtua jika anak mengalami kesulitan belajar dapat bermanfaat ya.. dengan mengenali profil kognitif anak, InshaAllah orangtua dapat membantu anak belajar dengan efektif untuk mencapai kesuksesan anak dimasa depan.. aamiin

Salam hangat,
Elly Nurul

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

27 komentar:

  1. Tugas ortu emang mayan berat ya mba :D
    Tapiii, bismillah selalu ada jalan untuk memberikan yg terbaik buat anak2 kita
    Semangat semangaaaatt!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Untungnya bunda punya anak ketika blm zaman milenial jd gsklah be g itu bingung dan rebet menghadapi dane mengamati pola anak belajar.

    BalasHapus
  3. Ulasan yang menarik dan jadi bahan pembelajaran banget nih buat Ujame hihi. Kesimpulannya maknyuuus!! Jadi dapat ilmu parenting di sini. TFS bund ❤

    BalasHapus
  4. Pendidikan anak ini termasuk concerns aku juga dengan suami, karena dalam hal belajar kami ingin anak bisa menggali potensinya semaksimal mungkin sehingga di masa depan dia punya tujuan dan bermanfaat bagi banyak orang

    BalasHapus
  5. Peran orang tua dalam hal kesuksesan anak sangat penting sekali ya memang tentunya akan lebih baik bila bisa dideteksi sejak dini profil kognitifnya, terima kasih infonya mba bermanfaat banget buat saya :)

    BalasHapus
  6. Sesungguhnya anak itu terlahir bagai kertas, kita, orang tualah yang membuat dia menjadi berwarna, disadari atau tidak disadari.
    Kata bijak ini sering banget aku dengar.
    Jadi, kita, sebagai orang tua, sekali lagi memang punya andil ya, mba

    Setuju!
    Setiap anak itu unik.
    Setiap anak itu pintar.
    Kita orang tua yang harus belajar menemukan cara untuk mengeksplornya.
    Memang tidak mudah, apalagi guru untuk jadi orang tua, tidak ada!
    Setidaknya, melalui sharing seperti ini, kita bisa termotivasi, terinspirasi.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya, sekolah untuk jadi orang tua, tidak ada.
      Kita harus belajar otodidak baik melalui pengalaman orang lain atau diri sendiri

      Hapus
  7. Kebiasaan belajar dan waktu juga penting di ketahui sang bunda. Ada anak yang suka mendengarkan /audio daripada belajar lewat di buku

    BalasHapus
  8. Beda anak, beda pula cara penanganan dalam pembelajarannya yah kak. Itu kenapa daya tangkap dan proses belajar anak itu beda-beda. Berarti sebagai orang tua kita kudu jeli dan pinter" nih melatih progres si anak buat belajar. Keren banget deh infonya, thanks ya kak

    BalasHapus
  9. Saya mau komentarin kesimpulan yang nomor 2. Setuju banget deh antara orang tua, anak, dan guru memang saling terkait. Makanya saya seneng banget ketika SD, anak-anak belajar di sekolah yang ramah anak. Saya merasa terbantu banget dengan pendidikan di sana

    BalasHapus
  10. Dua anakku juga beda karakter. Dan tentu saja, caranya menerima pelajaran juga beda. Jadi sebagai ortu harus bisa memahami karakter masing-masing anak..

    BalasHapus
  11. Bener juga ya mba, kadang kalau anak mengalami kesulitan belajar kok malah orang tuanya memberikan label negatif kepada anak tersebut. Harusnya kan dicari penyebabnya dan mencari solusinya.

    BalasHapus
  12. Attention deficit kayaknya memang menjadi masalah anak - anak sekarang ya mba. Seringkali games dan permainan online juga jadi penyebab

    BalasHapus
  13. Udah lama pengen ikut tes kognitif buat anak tapi belum sempat. Kayaknya kita sebagai orangtua juga harus tahu ya bagaimana untuk mendukung dan memotivasi anak jadi lebih baik

    BalasHapus
  14. Memang sudah jadi peran orang tua ya Mbak agar bisa memahami dan mengarahkan anak sesuai dengan bakat dan minat yang ia dimiliki bukan malah memaksakan anak mengikuti kemauan kita. So, adanya tes untuk mengenali profil kognitif anak memang penting banget nih.

    BalasHapus
  15. Wah, seru banget bisa dengerin langsung penuturan ahli kognitif anak. Aku jadi keingetan anak ketigaku. Bukan soal susah belajarnya, tapi keberanian. Duh, dia pemaluuu banget. Kepengen deh bisa ngajak dia untuk konsultasi. :D

    BalasHapus
  16. Sebenarnya anak sangat beragam ya kalau belajar tergantung sifatnya kalau anak saya sendiri lebih suka belajar dengan visual dan yang satunya harus dalam keadaan tenang.

    BalasHapus
  17. Acara yang bagus banget ini. Tidak hanya memahami sistem belajar anak tapi orang tua juga ikut belajar memahami berbagai karakter anak sehingga lebih paham metode belajar bagaimana yang cocok untuk anak serta bagaimana cara belajarnya, ya

    BalasHapus
  18. Kesulitan belajar juga bs disebabkan dgn gaya mengajar tidak cocok dgn gaya belajar anak jd kita sbg ortu hrs tau pola dan gaya belajar yg cocok utk anak ya...

    BalasHapus
  19. Sejak dini cari tahu penyebabnya supaya bisa menemukan colusi yang tepat supaya bisa membantu anak-anak belajar ya, Anakku juga beda-beda karakternya yang satu mandiri banget bisa ini itu sendiri yang satunya harus ditemenin dulu supaya lebih semangat

    BalasHapus
  20. Wah seru talkshownya nih. Mbak kalau di sana menerima konsultasi psikologi juga buat screening anak gtu gak ya? Selain khusus tes AJT? Sebenarnya pengen tahu juga gaya belajar anakku kyk apa dan seperti apa dukungan yang tepat buat si anak.Krn emng penting bangt buat ibu saat ngajarin anak belajar yaa

    BalasHapus
  21. Pelabelan pada anak, apalagi negatif memang bikin anak makin terpuruk. Dan setuju juga kalo sukses belajar itu dipengaruhi oleh tiga hal, anak, orang tua, dan sekolah

    BalasHapus
  22. Oh..bisa jadi karena pengasuhan yaa...
    Mendadak aku terbayang semua kesalahanku waktu anak-anak kecil.

    Penting banget yaa...ikut AJT Cog-test.
    Agar orangtua lebih fokus ke kelebihan anak saja.

    BalasHapus
  23. Iya sih harus banget merhatiin kesulitan anak krn ksdang anak tidak bisa mengutarakan kesulitannya apa

    BalasHapus
  24. Makasih kaka infonya sangat membantu :D

    BalasHapus
  25. Mbak, aku suka sekali dengan tulisanmu yang ini. Aku bookmark agar bisa kubca lajn waktu. Anak pertamaku juga aku lihag ada sedikit masalah pada fokusnya, dia juga memang kurang berlatih motorik halus begitu. Semangat ya mbak buat kita!

    BalasHapus
  26. Betul
    Seringkali kita sebagai orang tua kelepasan ngomong kasar saat anak bermasalah dalam belajar padahal belum cari tahu sebabnya

    BalasHapus

Instagram