Teknologi Interceptor 001 sebuah Inovasi untuk Solusi Pembersih Laut dari Sampah Plastik

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Sebuah Solusi Untuk Mengatasi Permasalahan Sampah Plastik di Laut

Indonesia merupakan salah satu pusat ekosistem laut dunia. Perairan Indonesia merupakan tempat tinggal dari 76% spesies karang, hutan bakau dan padang lamun. Semakin banyak sampah plastik di laut, makan semakin besar ancaman bagi kelestarian ekosistem di laut.


Mengatasi permasalahan sampah plastik ini membutuhkan peran serta dari seluruh kelompok masyarakat, muladi dari pemerintah, swasta, hingga Individu. Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Kemaritiman bersama Pemerintah Kerajaan Belanda, Danone-AQUA dan The Ocean Cleanup untuk mengatasi pengurangan sampah plastik di laut.


Holla..

Beberapa hari lalu saya menghadiri diksusi "Innovation on Waste Management Rivel Plactic Interception with Boyal Slat, CEO and Founder of The Ocean Cleanup" agar lebih jelas tentang hasil diskusinya, saya sharing disini ya.. semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Tentang Penggunaan Plastik Di Indonesia

Tidak bisa dihindari, dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan plastik, mulai dari sebagai wadah makanan, peralatan rumah tangga, hingga mainan anak-anak banyak yang terbuat dari pastik.
Lalu apakah kita harus mengganti plastik mengganti semuanya dengan dengan kertas atau daun?

Tenyata mengganti dengan kerta atau daun juga tidak menjadi solusi lho, justru akan timbul eksploitasi pohon yang berdampak kurang baik untuk lingkungan.

Jadi, sebenarnya yang harus diganti itu bukan objeknya tapi perilaku dan kebiasaan dari masyarakatnya untuk mengurangi penggunaan plastik.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Penggunaan Plastik dalam kehidupan sehari hari (Ilustrasi Freepik)


Saat ini sudah sering kita mendengar gerakan bijak berplastik dengan membawa totebag sebagai kantong belanja sendiri, membiasakan membawa botol minum dan tempat makan sendiri, menggunakan sedotan stainless dan tidak menggunakan sedotan plastik.

Saya sendiri masih sering lalai sih dalam bijak berplastik, yang sering saya bawa baru totebag dan sedotan stainless, kalau bawa botol minum dan tempat makan sendiri masih sulit dilakukan huhu.. memang ya, kebiasaan baik itu awalnya pasti sangat sulit.

Tapi beberapa teman sudah mulai terbiasa, memang awalnya sulit, namun akhirnya mereka mulai biasa karena memang sudah terbiasa.. kata “bisa karena biasa” itu memang ampuh banget sih untuk mencoba memulai sesuatu yang baik untuk dilakukan.

Ngga hanya masyarakat yang harus bijak berplastik, para produsen makanan dan minuman kemasan plastik juga punya peran penting nih untuk mengurangi sampah plastik, ngga hanya meningkatkan kualitas produk saja tapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Inovasi Danone-AQUA mengeluarkan produk botol minuman dengan kemasan 100% hasil daur ulang dan bisa didaur ulang kembali


Inovasi produk dengan kualitas produk yang baik, juga harus diimbangi dengan kemasan produk ramah lingkungan, seperti produk plastik yang bisa didaur ulang.

Jadi upaya untuk mengurangi sampah plastik dilautan Indonesia bisa berjalan secara bersamaan dan harapan laut Indonesia bisa bersih dari sampah plastik bisa terwujud..aamiin.

Tentang Sampah Plastik di Indonesia

Sampah menjadi permasalahan serius bagi Indonesia, sampah plastik tak hanya dijumpai di daratan saja, tapi juga sudah menyebarluas ke wilayah laut. Wilayah laut Indonesia itu mencapai dua pertiga dari total luas Indonesia.

Banyak komunitas yang peduli terhadap lingkungan, menemuan banyak ragam sampah di laut Indonesia. Mulai dari sampah plastik kemasan makanan dan minuman hingga limbah rumah tangga seperti kasur, diapers dan lain sebagainya. 

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Sampah Plastik di Laut (Illustrasi Freepik)


Menurut KLHK, Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan BPS di 2017, Indonesia menghasilkan 65,8 juta ton sampah dimana 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang tidak terkelola dan bisa masuk ke lautan.

Kebayang dong ya.. apa jadinya lautan Indonesia jika kita hanya berdiam saja tanpa melalukan aksi nyata agar sampah plastik dan limbah rumah tangga lainnya tidak berada di sungai yang akhirnya akan menumpuk dilautan Indonesia.


Sampah di Laut berasal dari Sampah di Sungai

Tahukan kamu bahwa 80% sampah di laut berasal dari sungai dan 1000 sungai di dunia bertanggung jawab atas 80% polusi sampah plastik di lautan dunia .

Hayoo.. kamu termasuk salah satu yang suka buang sampah ke sungai ngga nih? Duh, jangan buang sampah sembarangan ya.. buang sampah ya di tempat sampah bukan di sungai.

Itulah yang jadi penyebab sampah menumpuk di laut,  bayangkan jika yang membuang sampah di sungai ngga hanya satu orang, tapi ratusan orang dan dilakukan secara terus menerus.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Fakta tentang sampah plastik di laut Indonesia (foto sumber @aqualestari)


Lebih dari 200.000 ton sampah plastik dari sungai masuk ke laut Indonesia. Lalu saya membayangkan, jika berat badan rata-rata penduduk Indonesia sekitar 60 kg, maka ada 3,3 juta orang yang memenuhi laut.

“Indonesia merupakan salah satu pusat ekosistem laut dunia. Semakin banyak sampah di laut maka semakin besar ancaman bagi kelestarian ekosistem didalamnya dan juga berdampak pada penurunan kinerja pariwisata dalam negeri” Agung Kuswandono (Acting Secretary to the Coordinating Ministry of Maritime Affairs and Investment of the Republic of Indonesia) 

Kolaborasi Pemerintah Pusat, Kota dan Perusahaan Swasta Untuk Selesaikan Sampah Plastik dari Laut

Untuk mengatasi permasalahan sampah plastik, Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Kemaritiman bersama Pemerintah Kerajaan Belanda, Danone-AQUA serta The Ocean Cleanup (TOC) berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di laut.

Alhamdulillah, pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Danone-AQUA mengumumkan hasil riset yang dilakukan bersama BPPT dan Sustainable Waste Indonesia (SWI) sejak delapan bulan lalu untuk mengetahui karakteristik sampah plastik di aliran sungai Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Indonesia sangat serius dalam menangai sampah plastik yang ada di laut.


Saat ini sudah mengumpulkan banyak sampah plastik di sungai cengkareng drain, pantai indah kapuk, jakarta utara dan mencegah sampak masuk ke laut Jawa. Selanjutnya sampah plastik dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Rawasari atau Penjaringan untuk proses pemilahan dan hanya sampah residu yang akhirnya dibawa ke TPA Bantar Gebang.

Hal ini merupakan langkah nyata bahwa Indonesia sangat serius dalam menangai sampah plastik yang ada di laut.


Tentang The Ocean Cleanup

The Ocean Cleanup merupakan salah satu organisasi non-profit asal Belanda yang didirikan oleh Boyan Slat (25 tahun) pada tahun 2013 saat ia berusia 18 tahun. Sejak awal, TOC memang sudah berkontribusi untuk menuntaskan salah satu masalah sampah plastik di laut.

Targetnya, TOC ingin membersihkan 50% sampah dari wilayah Great Pacific Gargabe Patch (GPGP) yang terbentang diantara Hawaii dan California, Amerika Serikat dalam waktu 5 tahun. Boyan Slat bersama timnya melahirkan system Interceptor 001 yang kini sudah terpasang di Cengkareng Drain.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Interceptor 001 yang ada di Cengkareng Drain (foto sumber @aqualestari)


The Interceptor 001, Mencegah Polusi Plastik dari Sungai Masuk Lautan

Faktanya 80% polusi sampah plastik di laut berasal dari sungai. Mengangkut sampah plastik di laut saja tidak cukup untuk membersikan laut dari sampah plastik, maka diperlukan tindakan untuk mencegah sampah plastik memasuki lautan.

The Ocean Cleanup meluncurkan  Interceptor 001 yang merupakan passive system untuk mencegah plastik memasuki lautan dari sungai yang memiliki sistem yang terukur.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Boyan Slat, CEO and Founder The Ocean Cleanup saat menjelaskan Teknologi Interceptor 001 hasil temuannya


Sistem ini juga ramah lingkungan lho karena bekerja menggunakan tenaga alamiah dari gerak air/ombak di laut untuk mengumpulkan dan menangkap sampah plastik yang tersebar di laut. 

Alat ini dapat bekerja selama 3 hari 3 malam, karena menggunakan tenaga surya dan memiliki baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang.

River Cleanup System (RCS) Mampu Mengangkut Polusi Plastik di Sungai

Pada April 2018, Kemenko Maritim, Kementrian PUPR, Kementrian LHK, Pemerintah DKI Jakarta, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan Danone-AQUA melakukan penadatanganan kerjasama Riset Implementasi River Clean Up. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknologi dan sistem yang dikembangkan oleh The Ocean Cleanup (TOC), dengan 3 tujuan yakni:

  • Plastic Waste Flow, berfungsi untuk mengukur kuantitas, kualitas dan tipologi sampah plastik di sungai.
  • Facility Design, berfungsi untuk menentukan fasilias pemilahan seperti apa yang efektif dan efision serta aman selam proses pengambilan sampah plastik dari sungai.
  • Market Valorization, berfungsi untuk mengetahui teknologi dan industri yang mampu mendaur ulang plastik yang diangkut dari sungai.
interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Hasil 5 Bulan Interceptor 001 bekerja di Cengkareng Drain, Jakarta Utara (foto sumber @aqualestari)

Dalam waktu 5 bulan, Interceptor 001 telah berhasil:
  • Mengintersepsi sampah sebanyak 1,8 ton/hari selama pengoperasian 24jam/hari.
  • Mengintersepsi sampah sebanyak 466 kg/hari selama pengoperasian 24/hari
  • Memulihkan sekitar 60% limbah yang mengalir melalui sungai di musim kemarau

Bagaimana River Cleanup System Bekerja

Teknologi Interceptor 001 ini diaplikasikan untuk membersihkan sungai sungai di Indonesia dari sampah. Fokus utamanya adalah untuk membersihkan sampah plastik. Pada tahap awal, Interceptor 001 digunakan di Cengkareng Drain, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Nah, bagaimana cara kerja dari sistem Interceptor 001 ini? saat ini teknologi interceptor 001 sudah dipasang di Cengkareng Drain, Kapuk Muara, Jakarta Utara. Teknologi Interceptor 001 "memerangkap" limbah plastik yang melewati aliran sungai tersebut.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Bagaimana River Cleanup System Bekerja (foto sumber @aqualestari)


Memerangkap sampah plastik dengan menggunakan tenaga alamiah dari gerak air/ombak di laut untuk mengumpulkan dan menangkap sampah plastik yang tersebar di sungai dan laut.

Sampah yang terkumpul akan dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Rawasari atau Penjaringan. Hanya sampah residu yang akan dibawa ke TPA Bantar gebang.

Karena menggunakan tenaga surya dan memiliki baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang. Alat ini dapat bekerja selama 3 hari 3 malam. Alat ini juga akan diterapkan di 14 sungai di wilayah Jakarta lainnya. 

Komitmen #BijakBerplastik yang dicanangkan Danone-AQUA ditunjukan dengan dukungannya terhadap Interceptor 001 untuk sungai yang ada di Jakarta demi bersihkan laut Indonesia. Corine Tap, Direktur Utama Danone-AQUA

Kesimpulan

  1. Danone-AQUA terus berinovasi untuk diet plastik. Tahun ini Danone-AQUA meluncurkan AMDK kemasan recycle tanpa stker label dan seal. Semua dilakukan untuk menekan penggunaan plastik.
  2. Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Kemaritiman menggandeng Pemerintah Kerajaan Belanda, Danone-AQUA serta The Ocean Cleanup (TOC) untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di laut.
  3. The Interceptor 001 mencegah plastik memasuki lautan dari sungai yang memiliki sistem yang terukur.
  4. The Interceptor 00 ramah lingkungan sebab bekerja menggunakan tenaga alamiah dari gerak air/ombak di laut untuk mengumpulkan dan menangkap sampah plastik yang tersebar di laut. 
  5. The Interceptor 00 dapat bekerja selama 3 hari 3 malam sebab menggunakan tenaga surya dan memiliki baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang.
Semoga informasi dari hasil diskusi tentang "Innovation on Waste Management Rivel Plactic Interception with Boyal Slat, CEO and Founder of The Ocean Cleanup" dapat bermanfaat ya.

interceptor 001 inovasi pembersih laut dari sampah plastik
Saya dan teman teman selepas menghadiri diskusi Innovation on Waste Management River Plastic Interception


Yuk berikan dukungan dan kontribusi aktif kamu untuk menjaga dan merawat lingkungan yang lebih baik, senantiasa bijak berplastik dan jangan buang sampah sembarangan, apalagi buang sampah di sungai.. jangan!

Salam hangat,
Elly Nurul

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

21 komentar:

  1. Aku merasa bersalah deh karena termasuk yang masih sering pake plastik. Terima kasih sudah mengingatkan ya

    BalasHapus
  2. Semoga sampah plastik bisa berkurang dan awareness meningkat untuk kurangi plastic use

    BalasHapus
  3. Mantab jiwa ini maahh
    Sampah plastik memang masalah yg ga bisa dipandang sebelah mata.
    Ada inovator seperti ini kudu didukung!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah ada produsen yang aware soal limbah sampah plastik lalu kasih solusi dengan hadirkan teknologi interception ini

    BalasHapus
  5. Salfok sama Boyan founder TOC masih muda banget ya mba? keren deh pemikirannya bisa punya ide TOC ini.

    BalasHapus
  6. Miris sekali lihat banyaknya sampah di laut hasil dari bawaan sampah2 yang di sungai. Memang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri ya gerakan mengurangi sampah plastik ini.

    BalasHapus
  7. Senang membaca ada informasi kalau Indonesia ada upaya untuk mengurangi sampainya sampah dari daratan ke lautan. Semoga sukses program by dan bisa direalisasikan di banyak tempat.

    BalasHapus
  8. Saya pernah lihat nih video INTERCEPTOR 01 saat membersihkan Cengkareng Drain. Keren banget teknologinya. Semoga manusianya juga semakin bijak dengan sampah

    BalasHapus
  9. Wah keren banget. Minggu lalu anakku jadi koordinator penanaman bakau. Udah seharian, capek, dapatnya cuma sedikit. Kalau ada pihak yg berinisitif mengembangkan sistem cleaning yg masal gini hasilnya akan jauh lebih besar & lebih baik.

    BalasHapus
  10. Sedih banget ya mbak bisa banyak banget plastik di dasar laut. Jadi pengen selalu menjaga dan mengurangi penggunaan plastik di rumah.

    BalasHapus
  11. Ngeri ya sampai 80% sampah di laut asalnya dari sungai. Dan hingga kini masih banyak warga negeri ini yang buang sampah sembarang

    BalasHapus
  12. Semoga bisa benar - benar membantu membersihkan sampah plastik. The best way of doing it ya sebenernya stop penggunaan plastik itu sendiri dan cari alternatifnya. Mungkin perusahaan air kemasan harus sudah mulai pikirkan pengganti plastik. di NYC kita sudah pakai air kemasan dalam karton, bukan lagi plastik

    BalasHapus
  13. Keren banget ya inovasi ini. Membuat bayangan sungai dan laut yang bebas sampah menjadi tak mustahil lagi. Semoga semua negara bisa memanfaatkan inovasi Boyan Slat ini. Dan semoga kita semua tak lagi menambah beban sungai dan sampah dengan sampah yang baru. Saluuut dengan Boyan Slat!

    BalasHapus
  14. Setuju, yang sebenarnya yang harus diganti itu bukan objeknya tapi perilaku dan kebiasaan dari masyarakatnya untuk mengurangi penggunaan plastik ya...
    Semoga dengan program ini lingkungan kita bisa jadi semakin bersih.

    BalasHapus
  15. Suka liatnya masih pada muda peduli lingkungan dan aku sih berharap banget semoga Cleanup system ini sduah ada dimana-mana, ya minimal di satu waduk satu alat.

    BalasHapus
  16. inovasi ini kudu dilakukan di Pekalongan ini. karena masalah sampah di sungai ini jadi masalah yang serius di pekalongan

    BalasHapus
  17. Sedih lihat banyak sampah di lautan, di danau, juga sungai yang ada di Indonesia. Bersyukur sekarang ada inovasi pembersih laut ini. Semoga kerja sama Danone dan pemerintah ini berlangsung lancar ya, jadi bisa mengurangi sampah-sampah tersebut

    BalasHapus
  18. Saya juga nih masih belum bisa sepenuhnya lepas dari penggunaan plasti. So masih jadi PR besar buat saya. Btw keren banget ya Mbak dengan adanya inovasi interceptor 001 ini setidaknya bisa membantu mengatasi pencemaran sampah di laut

    BalasHapus
  19. Sungai yang memiliki sistem terukur itu apa ya mba? Ku cari tapi tak ku temukan penjelasannya hehe

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah, AQUA sebagai produk yang mungkin paling banyak memproduksi sampah plastik, punya inisiatif untuk menanggulangi pencemaran laut. Semoga alatnya bisa diperbanyak, dan bisa digunakan di seluruh sungai di Indonesia, supaya laut kita bisa kembali pulih, dan hewan-hewan yang hidup di dalamnya bisa hidup dengan nyaman. Aamiin YRA.

    Eiya, itu babang Hamish yaa... Unch unch... Hamish ini salah satu orang yang harus diteladani sih. Perjuangannya untuk laut agar kembali bersih patut diacungi jempol.

    BalasHapus
  21. aku lihat nih alat ini di berita dan senang lihatnya. semoga alatnya diperbanyak jadi bisa membersihkan banyak sungai di indonesia yang banyak sampahnya.

    BalasHapus

Instagram