Tips Nyaman Berpuasa tanpa Hipoglikemia bagi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2

Sangat penting bagi pasien diabetes melitus tipe 2 untuk memonitor kondisi gula darah secara ketat selama ramadhan dan segera berkonsultasi dengan dokter jika kontrol kadar gula darah tidak optimal.



Pola makan sehat penting untuk membantu mengendalikan kadar gula, apalagi saat menjalani ibadah puasa ramadhan, sebaiknya memilih berbagai makanan yang melepaskan energi secara lambat agar nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien Diabetes Tipe 2.


Dear Healthies,

Puasa Ramadhan bagi umat muslim adalah ibadah yang paling ditungu-tunggu, selain penting secara spiritual, juga penting untuk kesehatan. Lalu bagaimana berpuasa bagi pasien diabetes melitus, khususnya diabetes melitus tipe 2?

Jika seseorang dalam keadaan sakit, aturan agama maupun medis, bagi penderita diabetes dibebaskan dari puasa karena peningkatan risiko kesehatan seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi dan trombosis.

Berikut adalah risiko kesehatan yang mungin meningkat saat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) menjalankan ibadah puasa:

Hipoglikemia

Kadar gula darah rendah, terjadi ketika kadar gula darah turun dibawah nilai normal. Gejalanya berkeringat, pusing dan cepat marah

Hiperglikemia

Kadar gula darah tinggi, terjadi ketika terlalu banyak gula dalam darah. Gejalanya penurunan berat badan, peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil.

Dehidrasi

Kekurangan cairan tubuh yang berlebihan, dapat disebabkan karena minimnya asupan cairan. Gejalanya haus, mulut kering, kram otot dan jantung berdebar.

Thombosis

Pembekuan darah dalam pembuluh darah vena, dapat terjadi dengan dehidrasi. Gejalanya nyeri, bengkak dan kemerahan dilokasi bekuan darah.
nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2Thombosis salah satu risiko kesehatan bagi penderita diabetes melitus tipe 2


Tetapi, memilih untuk berpuasa adalah keputusan pribadi, tentunya dengan selalu kontrol gula darah, menjaga pola makan dan senantiasa melakukan konsultasi ke dokter agar puasa tetap nyaman tanpa hipoglikemia.
Lalu apa sih itu hipoglikemia, seperti apa gejalanya, bagaimana agar terhindar dari hipoglikemia dan apa yang harus dilakukan jika hipoglikemia sedang menyerang?

Mengenal Hipoglikemia

Suatu keberkahan bagi saya, seminggu jelang Ramadhan yaitu pada Jum’at, 26 April 2018 di Double Tree by Hildon bisa menghadiri edukasi kesehatan tentang saya jadi lebih mengenal tentang penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan juga apa itu hipoglikemia yang menjadi ancaman bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). 

Dalam edukasi kesehatan tersebut, hadir beberapa narasumber yaitu:
  1. Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI)
  2. dr. Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia
  3. Oshy, pasien Diabets Melitus Tipe 2 (DMT2) 
Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 70 mg/dl.

Menurut Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD, KEMD yang merupakan ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) bahwa selama Ramdahan, terjadi peningkatan insiden hipoglikemia yang signifikan pada pasien Diabets Melitus Tipe 2 (DMT2).

 Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD, KEMD yang merupakan ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI)


Hal ini dikarenakan pasien mengalami Diabets Melitus Tipe 2 (DMT2) kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap, sehingga kadar gula dalam tubuh menurun drastis.

Hipoglikemia menjadi ancaman tersendiri padi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), semanjang bulan Ramadhan, risiko Hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) meningkat hingga 7,5 kali lipat.

Oleh karena itu, penting bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) sebelum menjalani puasa, penting melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajeman puasa yang tepat, agar nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia.

Gejala Hipoglikemia

Lalu seperti apa sih gejala hipoglikemia? Hipoglikemia pada pasien Diabets Melitus Tipe 2 (DMT2) dapat menderita dari ringan sampai berat, yaitu:
  • Keringat berlebih
  • Gemetar
  • Kelaparan
  • Sakit Kepala
  • Jantung Berdebar
  • Mengentuk
  • Bingung dan Pusing
  • Cepat Marah
nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2
Mudah marah merupakan salah satu gejala hipoglikemia


Biasanya pada tahap berat (kadar glukosa <50mg/dl) pasien dapat kehilangan kesadaran, kejang, koma, gangguan fungsi pembuluh darah hingga kontraksi detak jantung yang berujung pada kematian.

Menuruf Prof. Ketut Suastika, agar pasien Diabets Melitus Tipe 2 (DMT2) dapat terhindar dari hipoglikemia saat puasa ramadhan dapat melakukan berbagai hal berikut :
  • Menjalankan diet seimbang
  • Aktif beraktifitas fisik
  • Rutin memantau kadar gula darah secara berkala
  • Melakukan perubahan pengobatan yang memicu pelepasan insulin secara berlebihan



nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2Narasumber edukasi kesehatan "Kontrol Gura Darah, Raih Keberkahan Ramadhan"
dr. Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Machrosin, pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2)  


Sharing Pengalaman Machrosin, Pasien Diabtes Melitus Tipe 2

Usianya baru 25 tahun, dokter mengabarkan dirinya mengalami diabetes melitus tipe 2. Saat melakukan medical check up, kadar gula dalam darah Mas Machrosin mencapai 600 mg/dl.
 
Diabes itu ternyata bisa menyerang siapa saja, gak melihat faktor usia. Contohnya Mas Ossy panglingan akrab Machrosin, terkena diabetes di usia muda.

Mas Ossy berpesan, sejak dini coba rubah gaya hidup, jangan kebanyakan makan sambil pegang gadget, makan junk food atau camilan, apalagi jarang olah raga.

Tips Pola Makan Sehat Saat Ramadhan

Makan Sahur

Makan makanan yang melepaskan energi secara lambat seperti, roti coklat dan kacang-kacangan.

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2

Buka Puasa

Makan buah buahan diikuti dengan karbohidrat kerja lambat seperti beras merah, gandum/oats dan sayuran.

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2

Hindari Makan makanan lemak jenuh

Seperti gorengan

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2

Tingkatkan asupan cairan

Selama jam tidak berpuasa dan khususnya pada sahur dan iftar 

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2


Terapi DPP4i Untuk Menurunkan Risiko Hipoglikemia

Menurut dr. Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD), berdasarkan studi Aravind SR pada tahun 2011 dengan metode observasional menunjukan 20% dari 1.378 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) mengalamai hipoglikemia selama mengkonsumsi sulfonulurea pada bulan puasa.

Studi tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2012, dimana Aravind melakukan pebandingan konsumsi kelas terapi DPP4i dengan sulfonilurea, hasil studi menunjukan penggunaan kelas terapi DPP4i pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) terbukti menurunkan risiko hipoglikemia sampai 50% dibandingkan dengan Sulfonilurea.

Tidak sedikit pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang antusias menyambut puasa Ramadhan dan bertekad untuk menunaikan ibadah puasa, menurut dr. Suria Nataatmadja, Merck Sharp & Dohme (MSD) berkomitmen mendukung kelancaran ibadah puasa pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dengan terus mengadakan kegiatan edukasi kesehatan.

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2
 Nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2

Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Setelah Ramadhan

Setelah ramadhan, sangat penting pagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) untuk terus minum obat sesuai instruksi dokter dan mempertahankan diet seimbang serta gaya hidup sehat.

Rutin mengontrol kadar gula darah dan terus bekerjasama dengan dokter untuk mengelola diabetes sepanjang tahun.

nyaman berpuasa tanpa hipoglikemia bagi pasien diabetes melitus tipe 2

 

Kesimpulan

  1. Hipoglikemia menjadi ancaman bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) saat menjalankan ibadah puasa ramadhan
  2. Penting bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2)  untuk konsultasi kedokter, untuk mendapatkan rekomendasi manajeman puasa yang tepat
  3. Kendalikan gula darah dan cegah hipoglikemia dengan mengkonsumsi makanan yang melepas energi secara lambat, seperti biji-bijian, beras merah, produk susu rendah lemak dan kacang-kacangan saat sahur dan berbuka puasa
  4. Hindari makan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi
  5. Meningkatkan asupan cairan selama jam tidak berpuasa

Salam hangat,
Elly Nurul

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

29 komentar:

  1. DM Tipe 2 ini bisa nyerang siapa aja ya mba, nggak peduli tua apa muda... Abis baca ini nyentil banget ke aku nih yang masih suka junk food, ska nyemil, jarang olahraga puuun... :(

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah puasa itu diberikan keleluasaan dalam menjalankannya ya. Sekiranya tidak mampu karena alasan kuat seperti menderita penyakit ini, kan bisa ganti dg fidyah.

    Semoga saja bisa menjalankan ibadah puasa dg lancar semuanya. Amin. Btw saya jadi curiga tetangg saya penderita DM tipe 2 nih secara dia sering marah marah terus...

    BalasHapus
  3. Kadar gula darah dipicu salah satunya dengan mengkonsumsi lemak jenuh yang tinggi. Oleh karena itu, makanannya pun harus dijaga banget ya mbak. Biasanya kan suka makan apa saja kalau buka puasa. Maunya kayak artis itu mbak yang kalau buka puasa selalu makan yogurt yang sehat hehe.

    BalasHapus
  4. Serem banget ya penyakit Diabetes ini.
    Saya pernah liat tante saya dulu kena diabetes, kasian banget kakinya luka ga sembuh2.
    Baca ini semacam pengingat bagi saya untuk selalu mengontrol menu makanan yang sehat :)

    BalasHapus
  5. Aq suka ngemil trus masih pegang gadget n depan laptop Mba, makanya munhkin ini perutnya udah aduhai

    BalasHapus
  6. Jadi inget temen suami yang meninggal awalnya karena diare. Tapi tidak segera periksa ke dokter, baru seminggu setelahnya ke dokter, diperiksa ternyata kadar gula darahnya juga tinggi sekali dan akhirnya tidak bisa bertahan.

    BalasHapus
  7. Jadi lebih in depth nih dengan Diabetes Melitus Tipe 2
    Suka banget sama artikelnya, runut sekaligus informatif.

    Juga baru tahu kalau cepat marah bisa jadi dipicu oleh hipoglikemia.
    Pantesan ya, orang lapar, mudah naik darah ^^
    Note atuh la...

    BalasHapus
  8. terimakasih untuk informasinya mba, bermanfaat banget buat panduan ke mamaku

    BalasHapus
  9. tahun ini aku lagi belajar makan makanan sehat kak, termasuk pas ramadan ini, menghilangkan gorengan di menu buka puasa. Puasa bisa mengundang banyak manfaat untuk kesehatan kalau kita disiplin makan ya kak.

    BalasHapus
  10. Makasi tulisannya kaka..aku jadi nambah wawasan mengenai DM tipe 2 dan hipoglikemia. Soalnya sewaktu sakit kemarin ibuku selain dinyatakan mengidap asam lambung juga DM tipe 2.

    BalasHapus
  11. Mbaa, kalau orang tua yang kena diabetes apa harus tetap perbanyak olahraga fisik? Satu sisi kuatir juga pas orangtua diabetes tapi jalankan ibadah puasa. Insyaallah nggak papa ya

    BalasHapus
  12. Ngeri juga ya kalau sakit diabetes militus kalau puasa, makanya harus konsultasi dulu deh ke dokter supaya puasanya lancar & gak membahayakan kesehatan

    BalasHapus
  13. Ternyata baik hipo maupun hiper itu sama bahayanya ya, mbak. Aku termasuk orang yang mendapat peringatan dari dokter karena berpotensi hiperglikemia. Ibuku dulu meninggal karena diabetes. Jadi musti hati-hati banget menjaga asupan gula nih.

    BalasHapus
  14. astagfirullah, ngeri ya mba.. dulu ayah juga sempat diabetes, tapi karena pengaruh obat syaraf, ketika pemakaian obat nya dihentikan, Alhamdulillah diabetes nya berangsur sembuh..
    pasien Diabetes Melitus Tipe 2 ini bener-bener makanannya harus dijaga ya, dari pola makannya sampai kandungan atau asupannya.. makasih mba infonya..

    BalasHapus
  15. Jadi tahu tentang hipoglikemia mbak, apalagi setelah membaca tanda-tandanya rasanya serem banget ya. Jaman millenial memang mengubah gaya hidup manusia. Lebih sering berkutat dengan gadget, bahkan sering kita jumpai orang yang bermain gadget sambil makan. Belum lagi makanan siap saji yang kurang sehat. Saat bulan puasa seperti ini pasti banyak yang memilih berbuka dengan yang manis, konsumsi junk food dan sebagainya....sebisa mungkin saat berbuka puasa harus konsumsi makanan sehat ya mbak....terlebih bagi penderita diabetes, wajib kontrol gula darah secara rutin.

    BalasHapus
  16. Gak nyangka ya kalau penderita DMT2 makin banyak di Indonesia. Bahkan ada yg dr kalangan anak dan remaja, setau saya.
    Peran dokter memang sangat diperlukan utk teman2 penderita DMT2.

    BalasHapus
  17. Gak nyangka ya kalau penderita DMT2 makin banyak di Indonesia. Bahkan ada yg dr kalangan anak dan remaja, setau saya.
    Peran dokter memang sangat diperlukan utk teman2 penderita DMT2.

    BalasHapus
  18. Wah acara asyik.ya jd nambah banyak ilmu..semoga ramadhan ini kita sehat semua dijauhkan dr berbagai macam penyakit..aamiin

    BalasHapus
  19. Aku enggak ada sakit DM, tapi saat tidak puasa pernah mengalami hypoglikemia. Eh pas puasa malah gula darahku normal, padahal makannya sama aja sih. Kayaknya karena kalo puasa makannya jadi teratur. Beda ketika sebelum puasa kemarin, pas guldarku rendah banget. Kadang menuruti malas makan, jadi sehari cuma sekali aja

    BalasHapus
  20. Buat penderita diabetes, puasa memang kudu dilakukan dengan hati2. Alm. bapak dulu begitu. Hipoglikemia saat puasa, dan hiper saat buka. Dengan teliti pada makanan, dan selalu kontrol pada kadar glukosa darah, semua bisa lancar puasanya.

    BalasHapus
  21. Hiooglikemia pada penderita diabetes mmg cukup berbahaya ya. Saya pernah nemuin pasien seperti ini, yang sampai pingsan dan hampir hilang kesadaran. Diet harus terjaga. Yg sehat juga sama sih, hrs memperhatikan diet. Nggak sembarangan banget.

    BalasHapus
  22. Saya juga mengurangi konsumsi gula karena alasan menghindari diabetes ini. Soalnya punya keluarga yang diabetes trus berpuasa itu benar benar harus jaga asupan makanan.

    BalasHapus
  23. Baru tau tentang Hipoglikemia ini , thank for sharing kak soale saudara ku ada beberapa yang punya Diabetes.

    BalasHapus
  24. Baru tahu tentang Hipoglikemia ini dan tetap bisa puasa dg pertimbangan tertentu. Alhamdulillah orang rumah sehat2, jadi penyakit ini buat nambha pengetahuan saja

    BalasHapus
  25. Saya pikir yang mesti diperhatikan makannya saat puasa itu hanya penderita maag saja, ternyata penderita diabetes juga yaa, Mba.

    Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dalam menjalani ibadah puasa ramadhan ini, amiiin

    BalasHapus
  26. Huhuu...jadi gak boleh niih...mager di rumah terus, memanjakan diri.
    Harus tetap bergerak..produktif dan jaga asupan makanan.
    Aku sering lemes..mungkin kebanyakan konsumsi gula yaa...

    BalasHapus
  27. Kakak sulungku nih penderita diabetes, tapi aku nggak tau tipe 2 atau bukan. Dia tetap puasa dan Insya Allah baik2 saja ya selama bertahun2 ini. Kudu kontrol dengan dokter memang untuk menjaga kadar gula darahnya.

    BalasHapus
  28. Harus pandai mengatur dan menimbang asupan yang ada ya mbaaa. Keluarga besarku akrab banget dengan diabetes nih mba hiks..

    BalasHapus
  29. Berarti nggak masalah ya kalau buka puasa dengan karbohidrat kompleks kayak beras atau oats. Karena saat puasa beda dengan hari biasa.

    BalasHapus

Instagram