Jangan Biarkan DBD Bikin Baper


jangan biarkan dbd bikin baper

Ketika musim hujan tiba, tak dapat dipungkiri beberapa penyakit muncul, salah satunya demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebab, apabila tidak tertangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan kematian.



Duh jangan biarkan DBD bikin baper, yuk cegah DBD mulai dari lingkungan rumah, yaitu melakukan 3M+ yaitu menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas untuk mengurangi peluang nyamuk bersarang dan akhirnya bertelur.



Dear Moms,

Penyakit DBD memang bukan penyakit yang asing terdengar ditelinga kita yaa. Pada musim hujan, DBD selalu membuat baper banyak orang, karena nyamuk Aedes aegypti yang berukuran kecil ini menyebabkan banyak orang lemah tak berdaya kasur di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan RI meliris bahwa di awal tahun 2019 ada 13.638 kasus DBD dan Jawa Timur merupakan daerah yang paling tinggi angka kasusnya. Data per tanggal 29 Januari 2019, ada 133 data kematian akibat DBD dan Jawa Timur ada 47 kasus kematian (paling tinggi). 

Duh, gimana ngga bikin baper.. daerah rumah saya di Depok sudah dilakukan fogging selama 2 kali lho.. karena peyakit DBD sudah menyebabkan beberapa warga Depok terbaring lemah di Rumah Sakit, jadi Pemerintah Kota Depok menginstruksikan untuk melakukan fogging di beberapa wilayah di kota Depok, Jawa Barat.

Moms, menurut Ibu dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur P2PTVZ Kementerian Kesehatan RI, musim hujan seperti sekarang adalah musim bersalin bagi nyamuk Aedes aegypti, 1 nyamuk bisa bertelur 100-150 telur lho.

Nyamuk sekali bertelur banyak juga ya.. kebayang deh gimana kalo ada nyamuk yang bertelur dirumah kita lalu mereka menetas menjadi nyamuk dewasa.. nyamuk berkeliling rumah menghantui kita dan keluarga.. duh kok jadi serem gini ya..

Ibu Menteri Kesehatan RI mengimbau masyarakat agar membiasakan diri menjalani pola hidup sehat. Ibu Nila Moeloek menegaskan pola hidup sehat penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Adapun pola hidup sehat yang Ibu Nila contohkan adalah gaya hidup sehat, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, serta rajin merapikan dan membersihkan rumah.

"Jangan biarkan pakaian menumpuk di dalam ruangan. Dan jangan lupa untuk selalu membersihkan endapan air dalam rumah dan sekitar rumah karena itu berpotensi jadi sarang nyamuk" Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan RI
jangan biarkan dbd bikin baper
Edukasi kesehatan tentang cara cegah DBD bersama Kementerian Kesehatan RI, hadir sebagai narasumber Ibu Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur P2PTVZ dan dr. Gia Pramata di Kantorku Coworking & Office Space, Jakarta Selatan (7/2/19)

Fakta Tentang Nyamuk Aedes aegypti

Ketika nyamuk menggigit orang yang terkena demam berdarah, maka setelah itu nyamuk Aedes aegypti akan membawa virus dan siap menularkan virus kepada siapa saja yang terkena gigitan nyamuk tersebut.

Nyamuk Aedes aegypti setiap sehari 2 kali mereka menghisap darah, menggingit pagi hingga sore, yaitu jam 9-11 pagi dan jam 3-5 sore. Umur nyamuk Aedes aegypti 2-3 bulan, selama waktu tersebut nyamuk menghantui manusia berputar-putar di sekitar rumah.

Seseorang yang tergigit nyamuk Aedes aegypti nyamuk, tidak langsung demam, tergantung daya tahan tubuh, setelah 2-3 hari baru demam dan virus menyerang daya tahan tubuh manusia.

Pada musim hujan, telur nyamuk Aedes aegypti menetas, selama musim kering nyamuk menaruh telur-telur di tempat terbuka, menempel pada tempat-tempat yang disukainya dan pada musim hujan, air hujan mengenai telur lalu menetas.

Tempat Yang Disukai Nyamuk

Setelah mengetahui fakta tentang nyamuk Aedes aegypti,  sudah saatnya kita mengusir nyamuk dari tempat-tempat yang disukai nyamuk baik di dalam rumah maupun disekitar lingkungan rumah.

Ngga mau kan, kita kalah bertarung dari hewan kecil tapi mematikan itu.. kita tunjukan bahwa manusia lebih kuat dan jangan biarkan DBD bikin baper. 

Berikut adalah tempat tempat yang disukai oleh nyamuk Aedes aegypti dan kamu bisa melakukan beberapa tindakan agar nyamuk tidak berkembang biak.

jangan biarkan dbd bikin baper
 Infografis HIT Expert

Hindari Air Bersih Menggenang

Jangan biarkan ada genangan air bersih di sekitar rumah, karena tempat genangan air itu menjadi sumber berkembang biak jentik nyamuk hingga menjadi nyamuk dewasa, seperti:
  • Tempat penampungan air dispenser
  • Bak mandi atau bak penampungan air
  • Tempat minum burung
  • Pot tergantung diatas
  • Dibawah lemari es
  • Bekas kaleng, drum bekas
  • Tempat penampungan air
  • Genteng, sela-sela saluran air
  • Mobil yang simpan tidak digarasi
  • Tanaman yang ada cekungan yang bisa membuat penampungan air

Hindari Baju Kotor yang Menggantung

Moms, nyamuk istirahat pada tempat yang menggantung atau menjuntai seperti baju yang tergantung, apalagi baju kotor tidak langsung di cuci. Usahakan baju kotor langsung dicuci ya moms, jangan biarkan menggantung dan menjadi sarang nyamuk.

Mencegah DBD

Moms, setelah mengetahui fakta dan tempat yang disukai nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD, tentunya kita harus menjaga kebersihan lingkungan rumah, sehingga dapat menghambat jentik-jentik nyamuk berkembang biak.

Untuk Cegah DBD dapat melakukan beberapa hal, yaitu:

3M

  • Menguras penampung air
  • Menutup penampung air
  • Mendaur ulang barang bekas

Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk

Moms, berikut adalah nama-nama tanaman yang bisa moms tanam sendiri dirumah, selain dapat mengusir nyamuk, tanaman-tanaman ini juga dapat mempercantik rumah lho.

Berikut adalah tanaman-tanaman yang dapat mengusir nyamuk yaitu Levender, Serai, Rosemary, Selasih, Kecombrang, Marigold, Geranium, Suren, Serai Wangi dan Zodia.

jangan biarkan dbd bikin baper

 Infografis Kemenkes RI

Fogging

Sebenarnya fogging tidak dianjurkan, karena dapat mengganggu kesehatan manusia. Fogging berlaku bila kasus DBD meningkat luar biasa di suatu daerah.

Fogging merupakan insektisida untuk nyamuk, saat dilakukan fogging, mau tidak mau manusia yang tinggal daerah bisa terpapar zat insektisida tersebut yang diperuntukan untuk hewan bukan untuk manusia. 

jangan biarkan dbd bikin baper

Foto sumber freepik

Gerakan Jumantik, 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik

Merupakan anggota masyarakat yang dilatih oleh Puskesmas setempat untuk memantau keberadaan dan perkembangan jentik nyamuk guna mengendalikan penyakit DBD di suatu daerah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu; Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Memanfaatkan barang bekas dan cara cegah gigitan nyamuk.


Larvitrap

Larvitrap sebagai perangkap larva/nyamuk yang dapat dibuat dari limbah botol plastik bekas yang ada disekitar kita, berguna untuk menekan populasi nyamuk.

Moms juga bisa membuat Larvitrap sendiri dirumah lho, lavitrap ini sangat efektif sebagai perangkat larva nyamuk.. setelah larva nyamuk terkumpul, moms bisa mejemuknya dibawah sinar matahari, karena larva nyamuk dapat mati dibawah cahaya matahari.

jangan biarkan dbd bikin baper
Foto sumber Kemenkes RI

Gejala DBD dan Pertolongan Pertama

Moms, jika menemukan gejala-gejala berikut, segera lakukan pertolongan pertama dan bila perlu langusn ke Rumah Sakit untuk mendapatkan tindakan medis.

Gejala-gejala awal DBD yang harus diwaspadai: 
  • Demam tinggi mendadak 
  • Nafsu makan menurun, sakit perut, sakit pada ulu hati, serta muntah
  • Adanya pendarahan 
  • Tangan dan kaki menjadi dingin dan lemas

Nah, inilah beberapa pertolongan pertama jika terkena DBD
  • Bujuk untuk minum agar tubuh terhidrasi kembali
  • Kompres air hangat jika mengalami demam
  • Segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit apabila mengalami gejala DBD
--

Kesimpulan

  1. Musim hujan, saatnya nyamuk berkembang biak, termasuk nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit DBD
  2. Penyakit DBD berawal dari lingkungan. 
  3. Cegah DBD dengan 3M plus
  4. Apabila kita bisa menjaga lingkungan yang sehat disekitar kita, kita bisa menghambat jentik-jentik nyamuk berkembang biak
  5. Jika sudah melihat gejala DBD, lakukan tindakan pertolongan pertama dan segera ke puskesmas atau rumah sakit

Yuk Moms, jangan biarkan DBD bikin baper, lakukan upaya pencegahan dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Salam hangat,
Elly Nurul

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

39 komentar:

  1. Levitrap ala ala kami buat ternyata hasilnya memang luar biasa. Bukti kalau nyamuk itu banyak banget. Kalau yg berhasil gigit satu saja bikin bentol lama apalagi kalau semua nyamuk sebanyak itu menyerang manusia?

    Kita harus waspada memang sama nyamuk penyebab DBD ini

    BalasHapus
  2. Wah aku nih baper banget dengan DBD ini. Anak-anak temennya anakku di TK banyak yang kena DBD, tetanggaku juga. Takut banget aku atau anak-anak di rumah kena. Soalnya kan, gak cukup kita aja yang jaga kebersihan. Semua kudu menjaganya.

    BalasHapus
  3. Terimakasih tipsnya...

    Sejauh ini saya memerangi DBD secara sederhana saja dengan "patroli" rutin memeriksa setiap sudut rumah dan halaman agar tidak ada sampah dan genangan untuk jadi sarang nyamuk.
    Kalau ditambah dengan Larvitrap sepertinya lebih efektif.

    BalasHapus
  4. Aku sekarang jadi parno banget sama nyamuk, secara seminggu di rawat di RS gara² nyamuk, meski bukan DBD tapi sakit yg saya rasakan luar biasa sampe ga kuat nahannya. Nah...skrng rmh dan halaman acuan buat bersih supaya bebas nyamuk.semoga kita semua terbebas dan dapat mengatasi masalah nyamuk. Terimakasih infonya mba...saya akan praktekkan dirmh

    BalasHapus
  5. Di daerahku udah satu anak meninggal dunia gara2 BDB, beneran parno aku lihat nyamuk apalagi anak2 ku suka main di luar. Dan baru tahu kalau nyamuk pembawa virus itu bertelur di musim kering dan menetas di musim hujan apalagi sekarang musim hujan haduh... Selalu beberes rumah atau genangan air.

    BalasHapus
  6. bnayak juga tanaman pengusir nyamuk ini yaaa.

    BalasHapus
  7. Ngomongin soal DBD, kosanku juga termasuk tempat yang rawan mbak. Soalnya dekat dengan saluran air. Wahhh, baca ini aku jadi notice banget. Kayaknya harus nyiapin pencegahannya ya mbak

    BalasHapus
  8. Tulisan di atas jadi pengingat bagi saya agar tak ceroboh atau abai jaga kebersihan lingkungan dalam dan sekitar rumah. Memang saya belum mengalami hal demikian, pun keluarga, dan semoga tidak, namun tetap harus waspada serta lakukan pencegahan.
    Di luar rumah banyak nyamuk karena rumah saya di tengah ladang dan dikepung kebun jagung milik orang lain. Makanya nyamuk luar pun kerap masuk ke dalam dan itu sangat mengganggu. Sudah ada kelambu untuk berjaga-jaga meski kami nyaman tidur tanpa gangguan nyamuk, namun siapa tahu ada nyamnuk aedes aegypti nyasar dan menggigit kami. Semoga tidak demikian.

    BalasHapus
  9. Musim hujan wabah DBD merajalela ya mbak, kita memang harus waspada menjaga tempat tinggal dan lingkungan sekitar supaya tidak menjadi saran nyamuk aides aighepty. Dan terimakasih sharing informasinya yg sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  10. lavitrap ini menarik banget. Aku mau coba entar di rumah, mba. kebetulan nyamuknya banyak banget

    BalasHapus
  11. Sudah banyak yang kena DBD ya sekarang sejak peralihan musim ini. Jaga0jaga kesehatan & kebersihan mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan. Aaamiin.
    Ada yang sekeluarg akena DBD mungkin karena nyamuknya itu masih ada di dalam rumah ya.
    Yuk ah mulai bersih2. Aku pernahnya nyoba pakai lavender di rumah. PIngin nyobain Lavitrap ah

    BalasHapus
  12. Ayo kak bersih-bersih rumah ya... Karena gak enak kalau DBD kak, karena aku sudah pernah mengalaminya. Sekarang kalau dirumah mamahku yang lagi banyak dibuat adalah si Larvitrap ini. Pak RT sidah ke masing-masing warga apakah sudah buat atau belum.

    BalasHapus
  13. Larvitrap ini kalau disosialisasi ke warga kayaknya bakalan lebih ampuh menjaga suatu wilayah pemukiman terjangkit DBD ya mba.

    BalasHapus
  14. Dbd ini momok banget yaa, Mba. Apalagi musim hujan gini banyak banget nyamuk, kita harus rajin membersihkan tempat-tempat yang sekiranya bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk DBD

    BalasHapus
  15. minggu lalu fumah kami difogging dalam rangka pencegahan DBD ini, Mba. Semoga kita semua terhindar dari penyakit ini yaa, amiiin

    BalasHapus
  16. Mba ELly baca tulisan ini dan aku setuju banget jangan sampai deh DBD bikin baper. Anakku pernah kena DBD dan aku sediiihh. Moga kita sehat sehat yaa . Aaamiin

    BalasHapus
  17. DBD ini kadang bikin ngeri sih mbak.
    ada temenku yang hampir sekeluarga masuk ke RS, yang paling kecil kena DBD.
    kasian ... -_-"

    BalasHapus
  18. Saya dulu waktu kecil sering kena malaria.
    Jadi tumbuh besar dalam omelan mama tentang menjaga agar ga banyai nyamuk dan terbawa sampai sekarang.
    baju bergantungan saya lipat.
    Air di bak mandi gak di isi penuh biar bisa sering di kuras.
    dan kalau lagi banyak nyamuk saya pasang pengusir nyamuk.
    dan yang paling penting, saya biasain semua gak boleh tidur di sembarang tempat, harus pastikan tempatnya udah bebas nyamuk.

    rempong sih, tapi Alhamdulillah bisa bebas penyakit :)

    BalasHapus
  19. Iya ya mbak. Jangan sampai kita lalai dan biarkan dbd menyerang kita atau keluarga karena ujung2nya bisa bikin baper. So, lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi menanganinya cukup dengan 3M saja.

    BalasHapus
  20. Aku seminggu sekali melakukan 3M, program dari kelurahan sih. Jadi kerjabakti tiap Jumat atau Minggu. Trus nanti ada juga kegiatan pengisian data di kartu pemantau jentik nyamuk

    BalasHapus
  21. Ngga bisa untuk ngga baper kalau udah ngomongin DBD, aslii takut bangeet.. upaya pencegahan macem2 sih udah, termasuk ngolesi anak-anak dengan lotion obat nyamuk setiap berangkat sekolah, tapi tetap aja ngga tenang :(

    BalasHapus
  22. Baru tahu tentang lavitrap, jadi pengen bikin sendiri, ada cara-caranya nggak ya? Suka khawatir juga sih kalau anak-anak main di luar rumah, suka banyak nyamuk iseng gigit mereka

    BalasHapus
  23. Kalau melakukan fogging, apakah harus sampai masuk ke dalam rumah?
    Apa asapnya efektif kalau hanya di depan rumah?

    Karena fogging di tempat kami hanya sampai jalanan, gak masuk.
    Kalau masuk, bahaya buat peralatan makan juga yaa..?

    BalasHapus
  24. Aku bagian dalam rumah ini yg masih menjadi tantangan. Banyak banget tempat nyamuk sering ngetem

    BalasHapus
  25. Mesti waspada bangt y mba sm DBD bahaya bngt soalnya lbh baik mncegah akibat timbulnya DBD y, smoga Kita terlindungi dr pnyakit ini

    BalasHapus
  26. Di lingkunganku juga udah ada yang kena DBD mba karena sekarang musim hujan juga sih ya. Duh semoga ya kita jauh2 dari penyakit ini.

    BalasHapus
  27. Di tempat tinggalku sampe udah dua kali dilakukan penyemprotan Mba
    tapi nyamuknya itu nek malam masih bersliweran, pun siang gitu sedih deh
    mana kalo gigit gatelnya itu yang nyengat. Sebel.
    Semoga DBD ini lekas menghilang ya Mba, musim hujan juga perlahan memudar

    BalasHapus
  28. Mba, mau donk dibuatin tutorial larvitrapnya. Katanya bisa bikin sendiri ya? Bisa dijadikan alternatif nih daripada harus pake obat nyamuk yang belum tentu aman.

    So far aku baru nyobain ngiris serai dan ditaruh di berbagai pojok rumah. Semoga bisa melindungi kami sekeluarga dari gigitan si nyamuk jahat ini.

    BalasHapus
  29. Musim penghujan memang harus waspada DPD ya mbak, nyamuk berkembangbiak dengan baik dimusim ini. beberapa waktu lalu juga di lingkungan rumah dilakukan fogging mbak, sekarang katanya nyamuk udah mulai beradaptasi, gak siang gak malam nyamuk aides nyerang manusia, moga dnegan [encegahan yang dilakukan dan informasi pencegahan dilakukan semakin menurun angka kematian sebab DBD

    BalasHapus
  30. DBD kalau buat aku bukan jadi biikiin. Baper bun. Tapi beneran musibah sama aku. Trauma sama.dbd ini ya Allah

    BalasHapus
  31. Harus waspada ya kak. Terlebih musim ujan gini. ah makasih kaka eli, jadi ngingetin aku untuk jaga kebersihan lingkungan

    BalasHapus
  32. DBD ini emang paling ditakuti deh, semoga kita terhindar dari penyakiit yang satu ini.
    musim hujan emang paling rawan yaahh, kapan hari lihat tu orang Kelurahan udah mulai ramai lagi fogging2an

    BalasHapus
  33. Waah aku baru nyadar kalau kita bisa buat lavitrap sendiri

    Inilah gunanya baca blogger temen temen, supaya update info penting macam ini.
    Apalagi udah mulai musim hujan..

    Angka penyakit dbd pasti naik

    makanya harus siaga juga dirumah ya

    BalasHapus
  34. wah keren komplit nih mba mencegah DB nya. saya cuma sebatas oles-oles krim antinyamuk di kulit ama pake EO yang di diffuse aja hihihi makasi ya infonya :D

    BalasHapus
  35. Terima kasih untuk tips luar biasanya, Mbakyu.

    Seminggu yang lalu saya sempat khawatir, saat anak saya panas tinggi. Dokter sudah menyarankan cek darah, bila dalam tiga hari panasnya nggak turun. Belum sempat cek darah, Alhamdulillah,panasnya turun. Agak lega, walau menyisakan flu sama batuk. Yang penting bukan DBD, hiiii.

    BalasHapus
  36. Sekuat apapun kita membersihkan rumah semestinya yg harus diperhatikan adalah daya tahan tubuh. Lah aku ni dirumah kurang rajin apa emak ngebersihin rumah, eh kena DBD di sekolah 😄😄😄

    BalasHapus
  37. duh, semoga dijauhkan dari penyakit dbd ini, Aamiin.. ngeri :( anak-anakku termasuk yang sulit sekali minum air putih, dan kalo udah sakit lumayan rewel.. mesti rutin lakuin gerakan 3M, adain larvitrap dan menanam tumbuhan yang tidak disukai nyamuk nih :D

    BalasHapus
  38. Serius, beneran baper, mak. Apalagi anak masih kicik-kicik terus nyamuk dbd lagi santer banget. Sampai waspada di pagi dan sore. Moga kita semua dilindungi ya, aamiin

    BalasHapus
  39. Yang paling sering itu ditempat yang bau dan lembab tuh banyak banget nyamuk bersarang, apalagi air yang suasana airnya tenang, udah dah persembayaan nyamuk semua disitu

    BalasHapus

Instagram