#IbuBerbagiBijak : Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Mencapai Keuangan yang Ideal

perencanaan keuangan untuk mencapai keuangan yang ideal

Untuk mencapai keuangan yang ideal, dibutuhkan “bijak” dalam perencanaan keuangan agar keluarga dan masa depan sejahtera.


Tugas seorang Ibu adalah mengelola keuangan keluarga, dan mengelola keuangan itu sangat penting. Dengan memeriksa kesehatan keuangan keluarga, maka akan mencapai keuangan keluarga ideal.


Dear Bunda,

Pada hari Rabu, 8 Agustus 2018, saya memposting kegiatan di Instagram saat saya menghadiri workshop #IbuBerbagiBijak dengan tema “Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera” bersama Mba Prita Hapsari Ghozie yang merupakan Financial Educator yang telah mengeluarkan beberapa buku tentang keuangan keluarga.

Alhamdulillah, respon tentang kegiatan tersebut sangat positif dan banyak yang meminta agar saya mengulasnya dalam blog saya. Ternyata masih banyak para Ibu yang membutuhkan tips bagaimana mengelola keuangan keluarga ideal.

perencanaan keuangan untuk mencapai keuangan yang ideal
Postingan Instagram saya saat menghadiri workshop #IbuBerbagiBijak

Dalam tulisan ini, saya juga mau sharing bagaimana tips keuangan untuk pebisnih lho, penting buat para Ibu yang punya niat menjadi womenpreneur. Untuk kedua teman saya yaitu Amallia Sarah dan Hanni S, selamat menyimak dan semoga sharing informasi ini bermanfaat.


Mencapai Keuangan Ideal 

Ada 2 narasumber dalam workshop #IbuBerbagi Bijak yaitu Mba Prita, beliau adalah seorang financial educator dan Mba Jenahara Nasution seorang pengusaha pakaian muslimah (womenpreneur).

Mba Prita mengawali workshop dengan bertanya kepada seluruh peserta yang hadir : Kenapa sih kita harus mengelola keuangan? Mengelola keuangan itu merasa mudah atau susah? Lalu banyak dari peserta yang semuanya adalah wanita dan seorang Ibu, menjawab merasa susah dalam mengelola keuangan.

perencanaan keuangan untuk mencapai keuangan yang ideal
Mba Prita Hapsari Ghozie, saat memberikan edukasi tentang perencanaan keuangan

Untuk mencapai keuangan ideal itu, Mba Prita membagi menjadi 3 bagian besar yaitu :
  • Financial Check Up
  • Mengelola Arus Kas
  • Merencanakan Keuangan

Menurut Mba Prita, bahwa financial cek up itu sebetulnya sehari-hari sudah kita dilakukan, tapi kita tidak tahu. Lalu apa sih yang membuat keuangan kita sehat? dan seperti apa keuangan yang sehat itu?.

Keuangan yang sehat itu : cek apakah kita punya utang atau tidak? jika tidak punya utang, Alhamdulillah, maka keuangan keluarga sudah sedikit lagi selangkah menuju sehat.

Menurut Mba Prita keuangan yang sehat itu bisa diukur dari berbagai aspek, yaitu :

Cek punya utang atau tidak?

Kita boleh lho memiliki utang atau pinjaman, tapi utang atau pinjaman harus produktif, seperti pinjaman atau cicilan rumah. Pastikan pinjaman produktif paling besar 30% dari pemasukan setiap bulan yang boleh digunakan untuk cicilan pinjaman produktif.


Biaya hidup lebih kecil dari pemasukan apa tidak?

Jika biaya hidup lebih kecil dari pemasukan, maka bagus, jika tidak cek penyebabnya apa? parameter paling sederhana, jika kita ambil pinjaman dana tunai untuk menutup biaya hidup bulanan, saldo utang kartu kredit, saldo dana tunai, maka itu tidak sehat.

Namun jika biaya hidup lebih besar untuk biaya rumah sakit, itu masih boleh saja, karena tidak setiap bulan kita mengalami sakit.

Ingat ya bunda, Jika pinjaman dana tunai untuk biaya hidup, maka Itu menjadi tidak sehat. Jika selalu mengambil pinjaman untuk menutup biaya hidup, maka biaya tersebut akan terus berulang sehingga keuangan menjadi tidak sehat.


"Jika berani pinjam, maka wajib bayar cicilan, jika berani berumah tangga, maka wajib menyiapkan dana untuk keluarga  dan berani punya anak, maka harus berani mempersiapkan biaya pendidikan hingga lulus".


Memiliki Dana Darurat?

Biasanya dana darurat untuk apa sih? dana darurat Itu penting untuk rumah tangga yaitu minimal 3x pengeluran rutin bulanan dan harus berbentuk kas.

Jika  punya anak, maka disarankan memiliki dana darurat sebesar 12x dari pengeluaran rutin bulanan. Tujuannya adalah jika terjadi masalah dalam kehidupan, maka kita dapat menggunakan dana darurat tersebut dan tidak mengorbankan hak anak, ngga mau kan anak putus sekolah karena kita tidak memiliki dana darurat.


Memiliki Tabungan?

Jaman digital harus dimanfaat sebaik-baiknya, jika kita memiliki dompet digital itu bagus, karena sebagai parameter dalam menggunakan dompet digital.

Misalnya bunda sering membeli baju di online shop, maka gunakan dana yang ada di dompet digital tersebut, jika sudah habis maka jangan membeli baju lagi.

Bunda, tabungan itu harus banyak frekuensi uang yang masuk lho ya.. jangan tabungan kita justru banyak frekuensi uang keluarnya, silahkan gunakan dompet digital, sesuai jatah dompet digital bunda ya.. jangan lebih.

Yang perlu diingat, tabungan adalah untuk rencana dan investasi untuk masa depan. Dan perencanaan itu penting untuk keuangan keluarga yang ideal.

Mengelola Arus Kas

Gaji sebesar apapun, tidak akan membawa kita ke arah kesejahteraan jika tidak bisa mengendalikan pengeluaran dengan baik. Jika kita mendapatkan pemasukan, maka lakukanlah pengeluaran sesuai dengan pos masing-masing.

Mba Prita menyarankan agar setiap pemasukan setiap bulannya, langsung dikeluarkan diawal dalam beberapa pos berikut, yaitu :
  • 5% Sosial (Zakat, Infak, Sedekah)
  • 10% Dana darurat dan asuransi
  • 30% Biaya hidup
  • 30% Cicilan pinjaman
  • 15% Investasi
  • 10% Gaya hidup
Alokasi diatas sebaiknya diikuti ya bunda, caranya dengan langsung mengalokasikan dari gaji masuk ke rekening kita, pastikan semuanya teralokasikan dan untuk cicilan juga harus yang sifatnya produktif.


Perencanaan Keuangan untuk Mencapai Keuangan yang Ideal


Bunda, selain bijak dalam mengelola keuangan, mempunyai usaha merupakan salah satu cara untuk menambah penghasilan rumah tangga lho. Ibu Prita juga berbagi tips bagaimana cara menambah penghasilan rumah tangga.

3 Cara Menambah Penghasilan Rumah Tangga :

  1. Bekerja secara aktif, bisa kerja dengan orang atau kerja sendiri
  2. Menjadi Investor, punya kos-kosan, pemodal teman usaha
  3. Menjadi Womenpreneur, punya usaha untuk mengaktualisasikan diri dengan segala kemampuan yang dimiliki dan menghasilkan dengan menjadi womenpreneur.
Bunda, pernah ngga sih kita bingung mau memulai usaha tapi bingung usaha apa dan mulai darimana? Mba Prita juga berbagi informasi tentang tantangan dalam memulai usaha, yaitu :


Memulai mau usaha apa?

Bisa dari hobi atau kesukaan, hobi yang menghasilkan, dan apakah dari hobi kita tersebut ada pasarnya atau orang yang mau membeli dari hobi kita?. Misalnya, hobi kita memasak, lalu dari memasak bisa menghasilkan dan ada orang yang tertarik dan senang membeli masakan kita.

Jadi bunda, jika ingin memulai usaha sudah tahu ya.. apa saja yang menghasilkan dan apakah pasarnya sudah ada? Jika sudah maka silahkan bunda memulai sebuah bisnis. Jangan lupa juga mencari jam kerja yang kita sukai? jangan sampai berbisnis tetapi mengorbankan waktu dengan keluarga karena waktu yang tidak sesuai.


Harus tahu untung atau rugi?

Pisahkan keuangan pribadi dan usaha/bisnis, supaya bisa diketahui besar pengeluaran, dengan memiliki buku tabungan berbeda. Punya catatan arus kas dapat membantu dan print buku tabungan juga.

Kita juga harus tahu apa itu Modal Investasi (seperti sewa tempat) yang tidak balik modal dan modal biaya (beli bahan baku) yang dapat kita hitung sebagai keuntungan usaha nantinya.

Dari pemisahan itu kita akan mengetahui jumlah keuntungan atau kerugian, yang selalu lupa adalah menghitung sewa rumah sendiri. Contoh punya catering, tapi masak dirumah sendiri, bayangkan jika usaha sudah besar dan harus memiliki toko sendiri, maka biaya sewa toko sudah masuk dalam biaya yang harus dikeluarkan.


Mengerjakan Sendiri atau Bermitra?

Boleh bisnis sendiri atau bermitra, masing-masing ada plus minusnya, yang utama harus jelas sumber modal dari mana?, dari dua-duanya atau satu orang?, modal dari pinjaman atau dana sendiri?

Jika sumber modal sudah jelas, maka kita akan mudah menghitung keuntungan. Penghasilan dikurangi biaya, baru terlihat keuntungan. Keuntungan usaha harus menjadi dana kas masuk dari keuangan rumah tangga kita.

Dari keuntungan usaha tersebut, lalu dipisahkan untuk dana darurat (dana darurat usaha dan dana darurat rumah tangga harus dipisah), untuk modal kerja dan untuk modal usaha.

Jika kita ikut dalam usaha tersebut, maka kita sebagai pemiliki biasa mendapat “gaji pemilik” dan keuntungan pemilik, baru bisa masuk kedalam penghasilan keuangan rumah tangga baru yang nantinya akan dikeluarkan dalam pos-pos yang sudah dijelaskan diatas seperti zakat, asuransi, cicilan produktif, gaya hidup dan investasi. 

Jika keuntungan tersebut dijadikan Investasi ke bisnis kita (dalam bentuk modal), maka sebagian harus masuk ke dana darurat dan sebagian ke modal kerja. Ingat ya bun, untuk punya usaha harus punya modal usaha untuk dana darurat, modal kerja dan biaya usaha.

Kenapa dalam usaha harus punya dana darurat?, karena jika usaha sudah berjalan 2 bulan, tapi belum ada keuntungan, tapi harus tetap menggaji karyawan, maka dana darurat bias digunakan, bukan dari sumber dana yang lain seperti meminta dari pasangan kita.


Keuangan Rumah Tangga dan Usaha


  1. Pisahkan antara keuangan rumah tangga dengan usaha
  2. Omzet usaha dikurangi biaya adalah keuntungan
  3. Keuntungan usaha menjadi dana kas masuk bagi keuangan rumah tangga
  4. Jika kita masuk dalam usaha tersebut, kita boleh ngambil gaji dari usaha kita sendiri sama seperti karyawan. Jika sampai usaha sudah besar, hingga harus bisa mendelegasikan tugas ke orang lain, maka kita sudah tahu harus menggaji orang berapa.

Tips Mengelola Keuangan Pebisnis

  • Harus punya rencana pengeluaran
  • Jangan bikin utang konsumtif
  • Tetap harus menabung dan investasi untuk urusan rumah tangga
  • Punya dana darurat untuk rumah tangga, jika tidak untung masih punya dana darurat
  • Jangan lupa untuk punya asuransi kesehatan dan jiwa, usaha sendiri harus menyediakan asuransi kesehatan dan jiwa untuk rumah tangga

Bagaimana Jenahara Menjadi Mowenpreneur 

Tahun 2004 belum banyak yang mengenakan hijab, Jenahara yakin one day akan menjadi sebuah market yang besar. Pada tahun 2011, dengan berunculan komunitas hijab, lalu orang banyak mengenakan hijab, banyak instansi yang memperbolehkan karyawannya mengenakan hijab.

Tahukan bunda, Jenahara butuh waktu 7 tahun untuk mencari market, saat memulai bisnis, Jena sedang hamil anak kedua. Untuk modal usaha juga tidak dari diri sendiri, dari partner yang kebetulan sahabatnya sendiri.

Sahabatnya itu adalah orang yang paling tahu cita-cita Jena. saat Jena masih gundah, dan takut apakah bisa keluar dari confort zone dan sedang hamil apakah Jena mungkin mengerjakan bisnis.

Support system dari keluarga, khususnya suami itu penting, sebagai muslimah ijin suami itu penting, ada rasa kekhawatiran Jena, apakah diijinkan menjalankan bisnis?, mungkin nanti Jena bakal sering meninggalkan keluarga dan dan tidak mau menjadi masalah dikemudian hari.

Alhamdulillah suami Jena sangat pengertian, suami memberikan ruang untuk Jena bekerja mewujudkan cita-citanya. Intinya harus punya komunikasi yang baik dan mendapatkan restu dari suami.

Bisnis Jena berkembang setelah 8 tahun, ada momen dimana susah menjalani bisnis, dari awal Jena punya komitmen, punya bisnis bukan karena ingin membuktikan kepada orang tua, tidak ada campur tangan ibu saya (Ida Royani). Kenyataannya Jena mampu mengerjakan bisnis sendiri. Alhamdulillah, masih berjalan hingga saat ini.

Kesuksesan bagi Jena itu bisa keliling dunia bersama anak-anak saya. InshaAllah nanti pada saatnya punya quality time bersama anak-anak, maka jika Jena sedang suntuk, maka dirinya cerita kepada anak-anaknya, “ini adalah waktunya mama harus kerja untuk menggapai cita-cita” dan anak-anak Jena men-support dan bisa bertahan sampai sekarang.

perencanaan keuangan untuk mencapai keuangan ideal
Jenahara saat sharing tentang bagaimana menjadi womenpreneur bersama #IbuBerbagiBijak


Kenapa Bisnis Jenahara bisa Berkembang?

Saat memulai bisnis, Jena selalu memisahkan keuangan bisnis dengan keuangan rumah tangga. Punya rekening berbeda untuk bisnis dan rekening pribadi. Jangan sampai menyatukan rekening, harus mengetahui pengeluaran rutin bulanan bisnis kita, seperti gaji pegawai, biaya listirik dan lainnya jangan digabung dengan pengeluran rumah tangga.

Harus punya target, supaya punya plan untuk mencapai target. Misalnya target penjualan perbulan mendapatkan sekian juta, maka kita harus punya plan, perharinya harus menjual berapa, untuk menghasilkan target harian, bulanan dan target tahunan.

--

pentingnya perencanaan keuangan untuk mencapai keuangan ideal
Saya bersama Ibu-Ibu produktif lainnya dalam workshop #IbuBerbagiBijak

Jadi dalam hidup ini semua harus harus dikelola dan direncanakan, karena bagaimanapun kita punya masa depan, dan didalam masa depan kita banyak kenaikan biaya atau inflasi.

Ibu rumah tangga yang bijak, maka harus bisa menopang keuangan keluarga tidak hanya sekarang tapi juga untuk masa depan.

Salam hangat,
Elly Nurul

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

31 komentar:

  1. Aihhh saya merasa banyak banget kekurangan setelah membaca penjelasan mbak Elly ini, banyak arus kas rumah tangga masih berantakan, makanya suka cepet deg-degan menjelang tengah bulan hehe

    BalasHapus
  2. ini ilmu yang sangat berfaedah buat buibu ya. jadi makin melek finansial, fasih kelola anggaran keuangan dan semangat buat jadi womenpreneur

    BalasHapus
  3. Wuaaa ilmunya bermanfaat banget nih buat ibu-ibu
    Secara khan ibu-ibu itu menteri keuangan keluarga ya
    Apalagi saya yang ngatur keuangannya belum bisa disiplin kayak gini
    Masih banyak bocornya euy
    Makasi sharingnya mbak

    BalasHapus
  4. Wah pematerinya Bu Prita? Cara penyampaian beliau memang bagus ya. Kmrn pas acara DIM, beliau juga memberika materi ttg keuangan. Jadi ngerti banget deh soal menftur keuangan.

    BalasHapus
  5. Kalau udah membahas masalah perencanaan keuangan pasti seru, karena banyak pengetahuan keuangan yang bisa diterapkan

    BalasHapus
  6. Perencanaan keuangan dlm keluarga penting bnget y.. dah mulai ini tiap bulan di catat ke post2 tertentu

    BalasHapus
  7. Tanpa ada perencanaan bubar ya, betantakannkeuangan keluarga. Susah-susah gampang memang konsisten soal uang

    BalasHapus
  8. Penting banget ini ibu2 belajar mengelola keuangan rumah Tangga. Terkadang sudah bikin anggaran eeh pengeluaran tetep lebih besar drpd pendapatan. Yg Yt? penting hutang2 luas dulu deh. Bisa buat bisnis nanti kumpulin yang lagi. Arus kas harus dibuat rapi dan detail ��

    BalasHapus
  9. Nice info ttg keuangan rumahtangga dn bisnis

    BalasHapus
  10. Masalah finansial ini sangat krusial dalam kehidupan terutama setelah berumahtangga dan memiliki anak. Ada skala prioritas yang harus selalu diutamakan. Pas nih menjelang lahiran anak kedua, harus evaluasi ttg keuangan Keluarga :))

    BalasHapus
  11. pengen juga deh punya bisnis sendiri kak Ell....

    BalasHapus
  12. Mbaa, skarang aku tuh pakai kalkulator dan catatan keuangan di aplikasi untuk tahu pengeluaran untuk apa aja. Kebiasaan kadang belanja online bisa bikin khilaf kan bahaya. Makanya harus dicatat. Makasih remindernya ya mbaa

    BalasHapus
  13. Pengalaman saya sebagai Finansial consultant dalam mengelola keuangan baik di Perusahaan atau pun dalam rumah tangga. Setiap Pemasukan wajib dianggarkan saving 30%. Diluar anggapan sebagai asset. 70% mari kita posting anggaran tetap yang continue setiap bulan. Sisi lain sebagai Ibu Bijak Dan cerdas Wajib membantu Suami dalam mengumpulkan pundi pundi Keuangan Keluarga. Kenapa Wajib? Karena ketika uang belanja habis sebelum waktu nya Gajian itu akan membuat Ibu menjadi tidak Happy. Banyak usaha dan cara yang halal yang Tuhan Izinkan kita sebagai perempuan untuk mengelola nya dengan Baik. Thanks for sharing. Salam .

    BalasHapus
  14. masalah keuangan itu masalah utama banget ga sih, aku kadang suka boros gitu wkwkwk, untung nya aku punya bisnis online shop juga, jadinya tertutupi lah hehehe

    BalasHapus
  15. sejak blogging alhamdulillah pelan2 nyimpen dana darurat karena banyak baca tulisan soal keuangan, dana darurat penting banget buatku karena suami wirausaha bukan horang kantoran

    BalasHapus
  16. Bacaan yang sangat bermanfaat, saya pribadi masih belajar dalam hal pengaturan keuangan pribadi dan rumah tangga, terutama dana darurat.

    BalasHapus
  17. Bener banget sih intinya harus bijak mengolah finansial agar lebih teratur

    BalasHapus
  18. Pos-pos ini yang kadang susah buat disiplin.. huft.. semoga lebih istiqomah

    BalasHapus
  19. Suka banget sama pembahasan ini. Aku sudah mulai bikin pos pos dana seperti yang Mba Prita sarankan. Baru mulai sih beberapa bulan terakhir semoga bisa konsisten mengisi pos pos tersebut

    BalasHapus
  20. Saya masih harus kerja keras supaya bisa lebih bijak lagi mengatur keuangan. Informasi kayak begini jadi penting buat saya :)

    BalasHapus
  21. Dana darurat itu 12 kali dana bulanan yaa ...waah noted. Makasih Mbak

    BalasHapus
  22. Tabungan harus ada isinya. Catet nih. Memang gitu sih harusnya tapi duit di tabungan numpang lewat aja ya hahaha

    BalasHapus
  23. Kalo saya tabungannya ikut arisan, hehehe. Tapi Alhamdulillah udah gak berhutang lagi jadi tiap bulan gak perlu putar otak untuk bayar utang

    BalasHapus
  24. Bener bun, memang sebagai IRT harus pandai2 ngatur keuangan ya biar dapur tetep ngebul dan tentunya punya tabungan biar kalau ada apa2 ga bingung harus pinjam. Duh, jangan sampe deh, jauh2 dari utang

    BalasHapus
  25. Iya ya usaha pun butuh dana darurat buat jaga-jaga belum dapat untung atau bermasalah dengan piutang.

    BalasHapus
  26. Masih punya utang rumah huhuhu... Moga2 ada rezeki bisa melunasi.
    Jd kepikiran nih mau mulai usaha jg, tapi nabung dulu bat modal biar gak numpuk utang TFS

    BalasHapus
  27. Masalah keuangan suka gak terduga sih, padahal udah yakin cukup sesuai perhitungan, eh taunya malah kurang, kayaknya tabungan dana darurat perlu dialokasikan lebih banyak nih.

    BalasHapus
  28. Perencanaan keuangan memang pwnting banget ya

    BalasHapus
  29. Kayaknya aku belum bijak nih. Belum dapat target dana darurat bulanan 3x lipat. Semoga makin getol kerjanya ya

    BalasHapus
  30. Aku suka dengan Mba Prita ni. Penyampaiannya pas dan mudah dipahami

    BalasHapus
  31. Nama saya Lady Esther, Anda dipersilakan untuk ACCESS LOANS FIRM tempat di mana Anda memiliki kesempatan untuk mengubah pertahanan keuangan menjadi individu kaya dengan bantuan staf berkualifikasi tinggi melalui staf yang ditentukan dan memiliki sumber daya keuangan yang baik selingkuh atau merampok orang dari uang mereka adalah tabu. di mana Anda secara finansial siap untuk mengatasi kekurangan keuangan saya, saya terhenti itulah sebabnya kami datang ke sini untuk memberitahu Anda bahwa tidak semua kreditur online adalah penipuan atau penipuan karena prioritas utama dari ACCESS LOANS FIRM adalah untuk menyediakan dana di mata uang apa pun untuk semua klien mereka sehingga mereka akan dapat memenuhi kebutuhan keuangan mereka setiap hari jadi jangan biarkan saya ditinggalkan Anda membutuhkan dana untuk:

    PINJAMAN TERSEDIA YANG KAMI TAWARKAN

    ✓ Pinjaman Pribadi
    ✓Housing Loan,
    ✓ Tagihan rumah sakit
    ✓ Renovasi rumah
    ✓ Perluasan Bisnis
    ✓ Refinancing Perluasan Pertanian
    ✓ Penambangan Emas
    ✓ Proyek pembiayaan dengan kebutuhan keuangan yang lebih tinggi
    ✓ Pinjaman Bisnis
    ✓ Pinjaman Investasi

    Jadi jika Anda sangat membutuhkan dana yang sangat penting ini yang perlu Anda lakukan adalah menghubungi kami melalui alamat berikut karena Anda akan hadir dengan kepuasan dan kegembiraan, kami selalu dalam dua puluh jam sehari. dan tujuh hari seminggu agar staf kami akan memberikan layanan keuangan terbaik yang Anda inginkan
    e-mail:
    HEAD OFFICE (accessloansfirm@gmail.com)
    CABANG MANAJER (estherpatrick83@gmail.com)
    WhatsApp (+1 850-677-1763)

    Kami memperlakukan klien kami dengan sangat hormat karena kerja sama bertahun-tahun membuat kami terus berjalan karena penawaran kami sangat menarik dan prosesnya sederhana dan tanpa stres.
    Terima kasih semua

    BalasHapus

Instagram