Apa itu Susu UHT, Pasteurisasi, Susu Bubuk dan Susu Kental Manis

 Susu UHT
Yuk kenali jenis susu dan apa perbedaanya :)



Hi Mommies,

Suka minum susu ngga? susu apa yang biasanya di konsumsi sehar-hari?

Saya dan keluarga termasuk yang suka minum susu, karena susu mengandung nutrisi gizi yang penting untuk tubuh seperti kalsium, protein dan vitamin.

Bicara tentang susu, ternyata susu itu ada banyak jenisnya loh moms, seperti istilah yang sering kita dengar yaitu susu cair, susu kental manis dan susu bubuk. Sebagai seorang Ibu tentunya harus memahami perbedaan dari masing-masing jenis susu, agar kesehatan keluarga tetap terjaga.

Sebenarnya ada 4 jenis susu yang harus moms pahami perbedaannya, yaitu :

Susu UHT


UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang dibuat dengan cara dipanaskan pada suhu 135 hingga 140 derajat celcius selama 2 hingga 4 detik. Proses pemanasannya yang tinggi membuat seluruh mikroorganisme dan bakteri mati (termasuk bakteri baik).

Susu UHT disebut juga susu steril, karena seluruh proses pembuatan susu UHT dilakukan secara aseptik, tanpa bahan pengawet dan hanya mampu bertahan selama 6 hingga 12 bulan.
Kemasan susu UHT biasanya dalam bentuk kotak dengan permukaan datar. Untuk penyimpanannya, susu UHT aman diletakkan di rak biasa (suhu biasa) atau dalam lemari pendingin.

Segera menghabiskan susu UHT setelah dibuka, jika tidak habis bisa disimpan di lemari pendingin, tapi hanya mampu bertahan 2 hingga 3 hari saja, setelah itu maka rasa dan aromanya sudah tidak layak konsumsi. Disarankan untuk mengkonsumsi susu UHT dengan kemasan sekali minum (200 – 250 ml) agar lebih praktis.

Susu Pasteurisasi

Sumber gambar : Website Indomilk

Susu pasteurisasi adalah susu cair yang dipanaskan dengan suhu lebih rendah dari susu UHT, yaitu 72 derajat celcius selama 15 detik. Selama proses pemasanan tersebut bakteri patogen akan mati, tetapi bakteri pembusuknya masih ada, namun, kandungan bakteri baik dan vitaminnya masih terjaga dan tidak mati.

Susu pasteurisasi ini hanya dapat bertahan selama 1 hingga 2 minggu dan wajib disimpan pada lemari pendingin dan sebaiknya langsung dihabiskan setelah dibuka.

Susu pasteurisasi biasanya dikemas dengan balok karton dan pada bagian atasnya berbentuk seperti atap rumah. Kandungan gizi dalam susu pasteurisasi bisa dibilang paling lengkap di antara susu jenis lain. Untuk itu susu pasteurisasi lebih baik jika dikonsumsi oleh anak-anak, mulai dari usia 2 tahun ke atas sebagai susu tambahan.

Susu Bubuk


Pernah ngebayangin ngga sih, bagaimana proses pembuatan susu bubuk? dari susu cair menjadi susu bubuk?

Ternyata susu bubuk dibuat dengan cara susu cair dikeringkan dengan spray dryer atau roller dryer dengan suhu 200 derajat celcius. Selanjutnya dilakukan fortifikasi kembali, atau penambahan nutrisi ke dalam susu bubuk agar tetap memenuhi kandungan yang seharusnya yang kemungkinan hilang karena pemanasan suhu tinggi.

Walaupun sudah ditambahkan kandungan nutrisinya, namun nilai gizi alami susu sudah tidak ada. Dan susu bubuk biasanya mengandung lemak nabati yang ditambahkan, karena lemak hewani hilang saat proses pemanasan.

Susu Kental Manis


Susu Kental Manis sering kita jumpai untuk toping makanan dan minuman, seperti juice, puding bahkan kopi susu.

Proses pembuatan susu kental manis dimulai dengan melakukan pemanasan susu murni dengan suhu 80 derajat celcius selama 3 jam dan dalam proses ini akan menghilangkan sekitar 60 % kadar air.

Dan untuk mengentalkan susu, dilakukan proses evaporasi secara bertahap, yaitu penambahan vitamin D dan standardisasi nutrisi, lalu dipanaskan kembali dengan suhu yang lebih tinggi yaitu 115,5 hingga 118,5 derajat celsius selama 15 menit lalu ditambahkan gula yang juga berfungsi sebagai bahan pengawet.

Dibandingkan dengan susu jenis lain, susu kental manis paling murah harganya di pasaran, karena kadar protein, vitamin A dan D dalam susu kental manis lebih kecil.  Susu kental manis tidak baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak sebagai susu utama atau konsumsi harian karena memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi.

Sudah jelas ya moms perbedaan dari masing-masing jenis susu, mau mengkonsumsi yang mana, semua tergantung keputusan moms, yang utama adalah moms sudah memahami perbedaanya dan bagaimana proses pembuatan susu sangat berpengaruh terhadap gizi yang terkandung di dalamnya.

Semoga bermanfaat ya moms.

Salam hangat,
Elly Nurul

Elly Nurul

Lifestyle Blogger. Family Traveler. Beauty Enthusiast. Who Love Share about Family Things. Married to a wonderful Husband. Mother of two adorable kids, Keenan and Dastan.

9 komentar:

  1. Banyak banget ya macamnya susu, tapi yang SKM tuh gak banget deh kalau buat minum, mending buat topping aja hehehe

    BalasHapus
  2. Aku suka kalau susu UHT, mba. Praktis dan bisa langsung minum. Hehhee

    BalasHapus
  3. Aku suka UHT dan pasteurisasi. Tapi seringnya nyetok UHT krn pasteurisasi lbh mahal dikit hahaa :p

    BalasHapus
  4. Susu UHT minuman susu kesuakaan aku dan Arkana. Bisa habis 2-3 kotak dalam sehari. Kalau dari Ultra aku suka rasa Moka.

    BalasHapus
  5. Aku sebenarnya suka banget susu, sayangnya karena alergi susu sapi dan segala olahannya, jadi ngga boleh minum sama sekali.

    BalasHapus
  6. Aku suka semua susu tapi paling enak UHT karena tinggal minum.

    BalasHapus
  7. Saya suka yang UHT mbak apalagi yg coklat.

    BalasHapus
  8. saya paling suka susu UHT, terasa real susu daripada jenis susu yang lain,ada kemasan kecil juga jadi praktis

    BalasHapus
  9. Wah anakku awalnya minum susu uht, tapi aku ganti sama bubuk. Duh ternyata kandungannya lebih bagus uht ya. Maksud hati penghematan.. hiks. Berarti besok ganti lagi deh.

    BalasHapus

Instagram